10 Kecamatan di OKU Rawan Karhutla

0
Kepala BPBD OKU, Amzar Kristopa, saat dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (13/4). Foto: Harki Mahali

BATURAJA – 10 kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dinyatakan rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), karena di wilayah itu masih terdapat banyak hutan dan lahan perkebunan milik warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Amzar Kristopa didampingi Manager Pusdalops, Gunalfi, Rabu (13/4/2022), menjelaskan, 10 kecamatan itu adalah Pengandonan, Lubuk Batang, Muarajaya, Semidang Aji, Baturaja Barat, Baturaja Timur, Sosoh Buay Rayap, Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya dan Kecamatan Lengkiti.

Amzar mengatakan, 10 kecamatan ini dipetakan sebagai daerah rawan karhutla karena masih banyak terdapat hutan serta lahan perkebunan milik warga yang mudah terbakar saat musim kemarau panjang.

“Untuk itu masyarakat selama musim kemarau ini diminta agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar supaya tidak menimbulkan karhutla,” ujarnya

Menurut Amzar, berdasarkan siklus normal suhu udara di Kabupaten OKU tertinggi setiap tahunnya terjadi dibulan September-Oktober dengan curah hujan dibawah normal atau lebih rendah dari biasanya.

Namun, pada dasarian ini musim kemarau diprediksi terjadi pada awal Mei 2022 yang berpotensi menimbulkan karhutla di daerah itu.

Oleh sebab itu kata Amzar, saat ini pihaknya telah menetapkan status siaga agar peristiwa karhutla dapat ditanggulangi sedini mungkin.

Selain itu, BPBD OKU juga telah memasang rambu peringatan bencana alam di daerah rawan karhutla dan bencana banjir di wilayah itu. “Ada dua rambu yang dipasang yaitu peringatan bencana karhutla dan banjir,” katanya.

Adapun tujuan pemasangan rambu peringatan dini bencana alam tersebut untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dan hutan dengan cara membakar karena berpotensi menimbulkan karhutla.

Sebab, kata dia, dampak yang ditimbulkan dari pembakaran hutan dan lahan dengan cara brutal sangat merugikan masyarakat dan negara, baik dari sektor kesehatan, ekonomi serta lingkungan.

“Kami juga telah menyiagakan ratusan personel BPBD dibantu tim relawan api di setiap kecamatan agar peristiwa karhutla dapat ditanggulangi sedini mungkin,” tandasnya. (kie)