134 Pejabat OKI Pensiun

0

KAYUAGUNG (fokus-sumsel.com) – Bupati OKI H Iskandar SE meminta kepada semua ASN di wilayahnya untuk tidak perlu risau terkait dengan adanya kabar adanya mutasi pejabat dalam lingkungan Pemkab setempat. Bupati tidak akan melakukan mutasi jika tidak dalam keadaan terpaksa atau mendesak.

Hal tersebut diungkapkan Bupati OKI H Iskandar SE usai rapat paripurna di Gedung DPRD OKI, Selasa lalu.

Menurutnya, aturan sudah sangat jelas bahwa untuk melakukan mutasi jabatan saat ini haruslah berorientasi pada kebutuhan organisasi, artinya mutasi dilakukan karena mendesak.

“Aturan sudah jelas kalau tidak terpaksa betul kita tidak akan lakukan mutasi tapi kalau misalnya ada pensiun ada kekosongan jabatan maka ini tentu akan diisi,” katanya.

Namun demikian, bupati mengatakan bahwa jumlah pejabat yang memasuki masa pensiun atau jabatan yang lowong saat ini, daftarnya nanti akan dimintakan kepada baperjakat.

“Namun tentu ini kita minta nanti daftar nanti dari baperjakat, jika nanti sudah ada di meja bupati artinya itu sudah tidak ada masalah lagi,” katanya seraya menyatakan para ASN tidak perlu menanggapi isu mutasi yang berkembang karena itu bukan hal yang substansi.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Diklat Kabupaten OKI Herry Susanto, S.Sos yang juga sekretaris Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepengkatan) (Baperjakat) OKI saat dikonfirmasi, Kamis (27/9) mengatakan, Hingga Desember 2018 kekosongan jabatan Dalam Lingkup Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) karena pensiun dan lainnya sebanyak 134 orang.

Jumlah pejabat tersebut terdiri dari Eselon II sebanyak 2 orang, eselon III sebanyak 13 orang, eselon IV sebanyak 119 orang yang terdiri atas 42 orang yang berada di dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan 36 Orang, dan Kelurahan sebanyak 31 orang. (feb)