Ada Pemilih Tak Jelas Masuk Dalam DPTHP-1 OKU

0
Yeyen Anrizal

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Hasil pencermatan terhadap Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP)-1 Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 mendatang, Bawaslu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menemukan dugaan ada pemilih tidak jelas keberadaannya masuk dalam DPTHP-1 OKU.

Ketua Bawaslu OKU, Dewantara Jaya melalui Anggota Bawaslu Kab OKU, Divisi Pengawasan, Hubal dan Humas, Yeyen Andrizal saat dibincangi wartawan, Rabu (17/10), menjelaskan, hasil pencermatan mereka ada 56 orang pemilih tidak memenuhi syarat (TMS).

Yeyen tidak menjelaskan berapa banyak pemilih yang masuk dalam DPTHP-1, yang tidak diketahui keberadaannya. “Yang jelas 56 orang pemilih yang tidak memenuhi syarat ini, antara lain, karena meninggal dunia, pindah domisili dan tidak ada keberadaannya,” jelas Yeyen.

Yeyen menambahkan, hasil pencermatanya juga menemukan dugaan 263 orang pemilih ganda identik dalam artian salah satu contoh ada dua nama yang sama.

Selain itu kata dia, pihaknya juga menemukan dugaan 371 orang pemilih ganda Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). “Kita juga menemukan sebanyak 91 orang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar di DPTHP-1,” jelasnya.

Terkait hal tersebut kata Yeyen mereka sudah mengirimkan surat ke KPU Kab OKU. Isi surat yang disampaikan antara lain meminta KPU meneliti dan mencermati kembali, guna melakukan perbaikan dan penyempurnaan DPTHP-1 pemilu 2019.

Dilain pihak, anggota KPU Kab OKU, Divisi Program dan Data, Erwin Suharja SH saat dikonformasi, Rabu (17/10) membenarkan jika pihaknya mendapat surat dari Bawaslu OKU terkait adanya dugaan kegandaan pemilih yang masuk dalam DPTHP-1.

“Menyikapi hal tersebut, kami pihak KPU sudah memerintahkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk melakukan pencermatan dan pemeriksaan kembali,” kata Erwin.

Dari hasil pencermatan dan pemeriksaan ulang, apa yang disampaikan oleh Bawaslu OKU terkait dugaan pemilih ganda yang masuk dalam DPTHP-1 kata Erwin ada yang benar ada yang tidak. “Yang pasti kita akan mencoret pemilih ganda yang masuk dalam DPTHP-1,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai dugaan ditemukanya dugaan ada pemilih tidak jelas keberadaannya masuk dalam DPTHP-1, kata Erwin ia belum mengetahui hal tersebut. “Setahu saya tidak ada itu,” katanya. (ags)