Admiati Somad Resmi Jadi Ketua MUI OKU

0

BATURAJA- Drs H Admiati Somad akhirnya resmi menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten OKU masa bhakti 2019-2024 menggantikan H Iskandar Azis.

Hal itu terungkap saat Bupati OKU, H Kuryana Azis menghadiri Acara Pengukuhan dan Ta’aruf Dewan Pimpinan MUI OKU Masa Khidmat 2019 -2024 di Gedung SKB Baturaja, Rabu (18/03).

Ketua MUI OKU, H Admiati Somad menyampaikan dengan terselenggaranya Pengukuhan dan Taaruf ini artinya kepengurusan periode yang lalu telah berakhir.

Menurut dia, menjadi Ketua MUI merupakan amanat tugas yang berat yang harus diemban, kepemimpinan MUI merupakan kepemimpinan kolektif/bersama.

Untuk itu kepada Bupati OKU kepengurusan MUI siap membantu bersinergi bersama pemerintah menjalankan program di bidang keagamaan dan pembinaan umat.

Sementara Ketua MUI Provinsi Sumsel, KH Aflatun Muchtar menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus MUI OKU yang baru saja dikukuhkan.

Dia menjelaskan, MUI Provinsi Sumsel meyakini MUI OKU akan mampu membuat program inovasi dan terobosan yang baru, melayangkan isu-isu strategis di bidang keagamaan saling berkoordinasi dengan pengurus MUI Kabupaten lainnya sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat umat Islam serta mampu membangun ekonomi umat Islam dengan cara melakukan kerjasama bersama Bank Syariah setempat.

Untuk diketahui bahwa Majelis Ulama merupakan wadah musyawarah bagi Ulama dan para Cendikiawan, tempat bertukar pikiran serta pendapat dan menjaring informasi diberbagai bidang, sebagai payung ormas-ormas Islam untuk menjembatani umat beragama khususnya di OKU dan memberikan fatwa yang baik kepada pemerintah maupun masyarakat.

Sebagai Pengurus MUI tentunya harus menjaga moralitas dan integritas serta ikut serta mewujudkan komitmen Bupati OKU untuk melakukan pembangunan di bidang keagamaan.

Bupati OKU, H Kuryana Azis menyampaikan kepada Ketua MUI OKU dengan kepengurusan yang baru saja dikukuhkan agar tetap terus mengedepan soliditas antar pengurus, fungsikan kepengurusan, aktifitas koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah serta ormas Islam harus dilakukan.

Hal tersebut tidak terlepas dari pendanaan, maka dari itu diharapkan kepada MUI OKU untuk merumuskan program kerja dan memberikan kontribusi dalam pembinaan keagamaan di OKU.

Diketahui jajaran pengurus MUI OKU merupakan tokoh-tokoh agama yang bersatu untuk memberikan contoh tauladan yang baik bagi umat.

“Kedepan kita akan menghadapi bulan suci Ramadhan, mengenai hal ini kepengurusan MUI OKU diharapkan mulai merancang kegiatan khusus apa saja yang harus dilaksanakan,” katanya. (kie)