Akun Sosmed Mesti Terdaftar di KPU Agar Bisa Berkampanye

0
Ketua KPU OKU, Naning Wijaya.

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Ternyata masih banyak masyarakat ataupun keluarga Calon Legislatif (Caleg) yang belum memahami PKPU nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye pemilihan umum 2019. Berdasarkan PKPU tersebut menyatakan jika seorang caleg boleh melakukan kampanye melalui media sosial per 23 September lalu hingga 13 April mendatang.

Namun tidak banyak diketahui masyarakat jika akun sosmed yang boleh dipakai kampanye hanya akun yang telah didaftarkan oleh partai atau caleg ke KPU.

“Setiap caleg atau partai harus mendaftarkan akun sosmed mereka baik itu FB, IG atau akun dalam bentuk apapun di media sosial untuk tempat mereka berkampanye,” kata Ketua KPU OKU, Naning Wijaya saat dikonfirmasi Senin (8/10).

Naning menjelaskan, setiap akun yang tidak terdaftar di KPU memposting atau dipakai untuk kampanye seorang caleg adalah sebagai bentuk pelanggaran. “Jika suaminya sebagai caleg, istrinya atau keluarganya ikut mengkampanyekan caleg tersebut itu masuk dalam pelanggaran,” kata Naning.

Naning juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan ikut mengkampanyekan pilihannya melalui akun yang tidak terdaftar di KPU. “Kasihan yang calon kalau nanti hal tersebut akan membahayakan sang calon itu sendiri,” pungkas Naning.

Sementara itu Ketua Bawaslu OKU Dewantara Jaya SP saat dikonfirmasi terkait kampanye di sosial media mengatakan, jika dalam posisi ini jalurnya ada di wilayah KPU karena hal tersebut sudah tertuang didalam PKPU.

“Memang jika kampanye melalui sosmed akun caleg tersebut harus terdaftar, silakan tanya KPU karena itu ranah KPU jika ada pelanggaran silakan lapor ke Bawaslu bentuk pelanggaran tersebut,” pungkasnya. (ags)