Anak Pasien Status PDP Covid -19 Juga Ikut Diisolasi di Rumah Sakit

0

BATURAJA- RSUD Ibnu Sutowo Baturaja kini mengisolasi 2 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid -19 (Corono Virus Diesesa 2029). Setelah sebelumnya pasien 01 masuk, dua jam kemudian pasien 02 yang juga anak pasien 01 ikut diisolasi di rumah sakit yang sama.

Hal itu dikatakan juru bicara Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Corona, Rozali SKM MM yang ditemui seusai rapat Satgas di Ruang Bina Praja Pemkab OKU, Jumat (20/03).

Rapat tersebut dihadiri Direktur RSUD Ibnu Sutowo dr Rynna Dyana, dr Anggiat Aritonang SPd, dr Chairil Macky SPd, dr Aliandra SPd , Dr dr Rosiana SPA, dr Anastesi dan pihak terkait.

Rozali yang juga didampingi Hadi Sukamto Skep Ners MPH kepada awak media menjelaskan, bahwa anak pasien 01 sebelumnya bersama ayah dan ibunya ikut ke Jakarta.

Pasien yang kini diisolasi di ruang Rindu RSUD Ibnu Sutowo Baturaja ini memiliki gejala atau keluhan gangguan saluran pernapasan (batuk serta sulit bernapas). Pasien pernah berkunjung ke daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19.

Pasien juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak fisik langsung dengan turis asing (bersalaman) dengan orang dari negara yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.

Menurut penuturan si pasien kepada sumber yang minta dirahasiakan namanya, si pasien pernah bersalaman dengan tris asal benua Eropa yang terkonfirmasi covid-19. Kontak fisik itu terjadi saat si pasien bepergian ke Jakarta.

Menurut sumber, tiga istilah yang sering dipakai meliputi Orang Dalam Pengawasan (ODP) adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Kemudian Pasien dalam pengawasan Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19.

Tidak hanya itu, PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak dengan langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19. Tingkat selanjutnya adalah Suspect.

Untuk diketahui, kasus probabel adalah PDP yang hasil pemeriksaannya tidak dapat disimpulkan (tidak positif, tetapi juga tidak negatif). Sedangkan kasus Terkonfirmasi adalah seseorang yang terbukti terinfeksi berdasarkan hasil laboratoriummm (usapan kuman ditenggorokan).

Sementara OKU Bupati OKU Drs H Kuryana Azis dalam jumpa pers mengatakan tim Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Diseases -19 (Covid-19) Kabupaten OKU akan bekerja maksimal. Seluruh biaya dianggarkan dari APBD OKU karena penyakit corona ini tidak dicover oleh BPJS.

Dikesempatan itu bupati juga menjelaskan, terhadap 2 pasien PDP sudah dikoordinasikan ke RSMH namun ruangan isolasi sudah penuh sehingga 2 paeisn ini diisolasi di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja. (kie)