Anggota DPRD OKU Adu Mulut Dengan Irsan Audi

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ogan Komering Ulu (OKU), Dapil Lubuk Raja Ridar Hariyuwono terlibat adu mulut dan nyaris bentrok dengan Juru Bicara (Jubir), warga Batumarta Kecamatan Lubuk Raja yang menolak penambangan batubara di kawasan itu bernama Irsan Audi.

Kejadian itu bermual saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan sidak areal yang akan dijadikan tambang batubara oleh PT Selo Argodedali di wilayah Desa Batu Winagun dan Baturaden Batumarta Kecamatan Lubuk, Senin (24/9).

Sampai di kawasan tersebut sidak yang dipimpin wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten OKU, Ferlan Yuliansyah ID Murod melihat jalan menuju kawasan tambang yang telah diportal warga.

Selang beberapa saat Ferlan serta beberapa anggota dewan lainya menumpang ojek menuju areal tambang.

Sampai di kawasan lahan yang sudah digusur terlihat tak ada aktifitas, dua alat berat berada dikawasan itu tak difungsikan.

Suasana saat itu memang terlihat masih “cair” selang beberapa saat diketahui perwakilan PT Selo Argodedali Dedi Herwan tiba menghampiri dan menjelaskan beberapa masalah terkait kawasan yang akan dijadikan tambang batubara itu.

Areal tambang yang semulanya sepi hanya beberapa anggota dewan, pihak perusahaan dan pihak kecamatan itu tiba-tiba diserbu warga warga yang datang dari berbagai arah.

Ratusan warga nampak berduyun-duyun melihat sidak wakil rakyat OKU itu. Puncaknya salah satu perwakilan rakyat bisa dikatakan jubir Irsan menghampiri para anggota Dewan salah satunya Ridar Hariyuwono serta pihak perusahaan yang sebelumnya telah lama tiba.

Terjadi diskusi alot, pihak warga melalui Irsan menyampaikan beberpaa hal yang menjadi tuntutan warga yakni penghentian aktifitas tambang secara total dikawasan Batumarta. “Masyarakat Batumarta ini menolak, itu harga mati,” tegas Irsan.

Irsan saat itu menyebut pihak perusahaan tidak ada etikat baik termasuk tidak melakukan sosialisasi. “Ini tamu yang tidak bagus,” ucap Irsan saat menyampaikan unek-unek warga kepada pihak perusahaan serta beberapa anggota Dewan.

Namun, entah apa sebabnya selang beberapa saat saat tejadi cekcok antara Ridar dan Irsan. “Ah awak ni dak bener,” ucap Irsan kepada Ridar.

Lalu terjadi cekcok, Ridar yang nampak emosi saat itu berteriak. “Bukan dak lemak aku ni, aku ni menjalankan tugas memperjuangakn masyarakat,” ucapnya lantang.

“Amen jagoan seluruhnya minggir aku yang belago samo dio, jangan ado yang ikut,”ucap Ridar yang coba ditenangkan rekanya.

Pantauan dilapangan, warga berteriak lantang dan tetap menolak tambang itu. “Akan terjadi pertumpahan darah disisni jika tambang masih dilaksankan,” teriak warga sambil membubarkan diri.

Sementara Irsan sendiri saat ditanya protal ini terkait insiden itu tak mau banyak bicara. “Yang jelas sampai kapanpun kami akan tetap menolak,” terangnya. (ags)