Beras Untuk Warga Terdampak Covid-19 Tak Layak Dikonsumsi

0
Inilah beras tak layak dikonsumsi yang diterima warga.

BATURAJA – Derita masyarakat Kabupaten OKU yang terdampak wabah Corona makin nestapa. Pasalnya, diduga ulah oknum yang tidak bertanggung- jawab, salah item dari 20 ribu paket sembako yang dibagikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU melalui Dinas Sosial OKU, yakni beras dinilai tidak layak konsumsi.

“Beras tersebut berwarna kecoklatan, menggumpal dan bau,” sesal Doni, salah satu warga Baturaja, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (26/05).

Salah satu item paket sembako yakni beras, memang dibagikan Pemkab OKU melalui Dinsos OKU, hanya saja pengadaan beras tersebut Dinsos OKU menunjuk Perum Bulog OKU sebagai perusahaan pengadaan beras untuk masyarakat yang terdampak Covid -19. “Kami menduga beras itu stok lama yang dijual kembali,” terang Doni.

Menyikapi hal itu, Pemkab OKU langsung menggelar konferensi pers yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten OKU, Slamet Riyadi di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Baturaja, Selasa (26/05).

Konferensi pers ini dalam rangka memberikan penjelasan terkait adanya keluhan penerima bansos terhadap mutu/kualitas beras yang berbau dan menggumpal serta tidak layak dikonsumsi yang dibagikan Pemkab Kab OKU melalui Dinsos bekerjasama dengan bulog bagi warga yang terdampak Covid-19.

Beras pembagian bansos yang dirasa tidak layak dikonsumsi ini ramai diperbincangkan di media sosial (medsos), komunitas para Pers dan LSM kini mempertanyakan bagaimana prosedur dan mekanisme penyaluran kepada masyarakat sehingga ini terjadi apakah tidak adanya pengawasan dari institusi yang terkait. Ada 3 sampel yang diambil untuk dijadikan contoh ini di Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Baturaja Timur berasnya mengumpal dan rusak serta tidak layak dikonsumsi.

Slamet mengatakan pihaknya sudah mengkomfirmasi ke Dinas Sosial dan Bulog mengenai temuan hal tersebut memang ada beberapa warga yang melaporkan jika beras yang di terimanya rusak atau tidak layak konsumsi.

“Makanya kita hadir disini untuk mengklarifikasi masalah temuan beras tersebut untuk mendapat kejelasan dari masing-masing pihak supaya ini menjadi jelas dan tidak liar di masyarakat dan pihak Bulog telah mengganti beras yang rusak dengan yang baru,” kata dia.

Sementara Kepala Dinas Sosial OKU, Syaiful Kamal membenarkan distribusi bantuan sosial berupa paket sembako sempat terjadi persoalan dilapangan, ada temuan bahwa beras yang disalurkan Bulog OKU diduga tidak layak konsumsi.

Hal ini dikarenakan pada saat disalurkan kondisi hujan deras sehingga mengakibatkan karungnya basah dan mempengaruhi kualitas beras namun sudah diganti oleh pihak bulog.

Diungkapkan Syaiful, pihaknya memang menunjuk Perum Bulog OKU untuk menyediakan 20 ribu paket sembako untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19.

Adapun paket sembako ini merupakan bantuan Pemerintah Kabupaten OKU melalui APBD OKU tahun 2020 untuk pengendalian dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Paket sembako dibagikan kepada 20 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang bukan penerima BST, BLT DD, PKH dan BPNT tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten OKU.

Terpisah, Kancab Perum Bulog OKU Deni Laksana Putra mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai temuan beras bansos yang dilaporkan warga Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Baturaja Timur mengenai beras yang diterimanya sudah menggumpal dan bau atau tidak layak dikonsumsi.

“Hal ini sudah kita tindaklanjuti dan pihak bulog siap bertangung jawab serta sudah mengganti beras dengan yang baru, dikarenakan kemarin pada saat pengiriman waktunya sangat singkat dan beras harus sudah didistribusikan mengingat pengirimannya sudah malam sekitar pukul 11 malam dan kondisi saat itu hujan deras sedangkan mobil tidak bisa masuk ke lokasi kantor lurah dikarenakan masuk gang/lorong sehingga terpaksa dipikul, kemungkinan beras tersebut terkena hujan dan menjadi rusak,” katanya.

Secara prinsip lanjut dia, pihak bulog siap menjalankan sesuai komitmen apabila terjadi kerusakan dalam penyaluran sembako maka menjadi tanggung jawab pihak bulog untuk mengganti dengan yang baru.

“Pihak bulog dan dinas sosial telah melakukan evaluasi dan mengambil langkah dalam mekanisme penyaluran bansos sembako untuk perbaikan kedepannya,” tandasnya. (kie)