Bersinergi Dalam Proses Pelaksanaan KSP

0

KAYUAGUNG (fokus-sumsel.com)–
Pada tanggal 1 Februari 2016, Presiden RI, Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 9/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta dengan skala peta 1: 50.000.

Dimana tujuan Kebijakan Satu Peta (KSP) ini adalah mempercepat pelaksanaan pembangunan nasional yang mengacu pada satu referensi geospasial, satu standar, satu basis data, dan satu geoportal. Sebagai bagian dari keputusan tersebut, sebuah rencana kerja yang jelas juga disusun untuk dijadikan dasar implementasi inisiatif satu peta di seluruh Provinsi.

Meskipun kebijakan tersebut telah menetapkan komitmen serta niat yang kuat dari Pemerintah Indonesia, namun implementasinya masih harus menghadapi beberapa tantangan di tingkat daerah, antara lain belum kuatnya kapasitas teknis pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan proses kompilasi, integrasi dan sinkronisasi peta.

Kemudian belum tersedianya prosedur, pedoman dan mekanisme yang jelas dalam mengatasi konflik data, serta kurangnya pemahaman dan kesadaran akan manfaat sistem satu peta dalam proses perencanaan penggunaan lahan.

Berdasarkan hal tersebut, ICRAF, the World Agroforestry Centre bersama dengan World Resource Institute (WRI) berinisiatif membantu proses percepatan pelaksanaan Kebijakan tersebut dengan sasaran utama memperkuat kapasitas pemerintah daerah untuk mengembangkan dan mengelola basis data untuk perencanaan pembangunan berkelanjutan melalui penerapan sistem satu peta di tingkat provinsi dan kabupaten yang salah satunya dilaksanakan di Kabupaten OKI.

Rapat selama tiga hari itu dibuka oleh Kepala Dinas PU Tata Ruang OKI, Ir H Hafidz MM bertujuan untuk memperkuat pemahaman Pokja Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) mengenai Kebijakan Satu Peta (KSP), memperkuat kelembagaan dengan menyusun visi, misi, rencana kerja dan roadmap Pokja, mengenalkan geoportal PALAPA serta meningkatkan kapasitas teknis melalui pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan kompilasi data (kegiatan utama KSP).

Hal tersebut dijelaskan Arga Pandiwijaya, selaku mitra pembangunan ICRAF, saat dibincangi disela rapat sosialisasi lokakarya latih yang bertempat diaula rapat kantor Bappeda OKI, Rabu (8/8).

Kelompok Kerja (Pokja) TKPRD yang berstrukturkan perwakilan seluruh OPD yang ada di Kabupaten OKI, yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Setda), H Husin SPd MM bersama Kepala Bappeda OKI, Makruf CM SIp sebagai wakil ketua.

Dengan diadakannya Lokakarya Latih ini, diharapkan semua peserta dapat memahami capaian KSP yang sebenarnya, bukan hanya berhenti di satu peta saja, tetapi juga sebagai sarana agar dapat melakukan perencanaan pembangunan dengan lebih baik, lalu juga dapat menjawab tantangan yang harus dipecahkan untuk dapat mencapai implementasi KSP di OKI. (g-wijaya)