Bocah Kelas 6 SD Hanyut dan Tenggelam di Sungai Kurup

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) – Redho (11), warga Desa Lubuk Batang Baru, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Jumat (9/11), hanyut dan tenggelam di aliran Sungai Kurup, tepatnya di bawah jembatan.

Bocah kelas 6 SD ini diduga hilang karena tenggelam setelah pergi bermain dan mandi di sungai itu. Data yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, awalnya korban pergi bermain bersama sejumlah teman temannya sekitar pukul 14.00 Wib. Lokasi yang dituju bermain terjunan dari atas jembatan Desa Lubuk Batang Baru.

Orang tua Redho, yang bernama Mazirul, mengatakan, mendapat kabar anaknya hilang setelah dikabari teman anaknya. “Anak aku baru balek sekolah. Jam 14. main samo kawan main ke Sungai Kurup dekat jembatan,” terang Mazirul.

Informasinya kata Mazirul, anak keduanya itu dari empat bersaudara bermain terjunan dari atas jembatan di Sungai Kurup. Nah, saat itu anaknya terjun berbarengan dengan temanya. Entah apakah berbenturan atau ada kayu hanyut, saat terjun anak korban tidak terlihat lagi di permukaan air.

Sementara temanya yang terjun bersamaan mengalami luka di bagian kepala. Dia berharap anaknya bisa ditemukan. “Semoga saja anak saya ditemukan,” harapnya sambil menahan haru.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD OKU, Mailan Purnama mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya anak hillang di aliran Sungai Kurup pada Jumat sore. Mendengar laporan itu tim BPBD OKU langsung turun ke lokasi.

“Ini hari kedua kami melakukan pencarian. Kemarin sejak sore kita lakukan pencarian dan ampai jam 23.00 dilakukan pencarian, atas informasi dari kepala desa,” ucap Mailan.

Namun pencarian dihentikan sementara sampai jam 23.00 Wib. Karena kendala cuaca hujan dan ditambah kondisi gelap sekitar lokasi. Pencarian menggunakan dua perahu viber bermesin.

Petugas yang dilibatkan untuk melakukan pencarian ada sebanyak 13 orang dari BPBD OKU. “Kabarnya mereka terjun bersama dari atas jembatan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum diketemukan. Tim BPBP OKU masih melakukan pencarian menyisir aliran Sungai Kurup.

“Batas kita sampai tiga hari, jika belum diketemukan kita perpanjang atau ada permintaan dari pihak keluarga,” tutupnya. (ags)