Bunuh 5 Orang Dengan Keji, Warga OKU Divonis Hukuman Mati

0
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Baturaja saat menjatuhkan vonis  mati kepada Otori Efendi, Selasa (24/5). Foto: Harki Mahali

BATURAJA – Otori Efendi, terdakwa kasus pembunuhan di Desa Bunglai yang menewaskan 5 orang pada November 2021 lalu, divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja, Kabupaten OKU, Selasa (24/5).

Hal itu terungkap saat sidang putusan yang digelar di PN Baturaja yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hendri Agustian SH MHum dengan hakim anggota Teddy Hendrawan SH dan Arie Septi Zahara SH, serta dihadiri Jaksa Penuntut umum (JPU) Armein Ramdhani SH MH.

Putusan majelis hakim ini sesuai dengan tuntutan JPU sebelumnya yang meminta agar terdakwa dihukum mati, karena secara sadis telah menghilangkan nyawa banyak orang.

Pantauan di lokasi sidang, terdakwa dihadirkan secara virtual dari Rutan Polres OKU dan tidak didampingi oleh penasehat hukumnya yang sudah ditunjuk oleh Pengadilan Negeri Baturaja.

Menurut majelis hakim, ada beberapa poin yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatannya sangat keji, menyebabkan anak korban jadi yatim piatu, menimbulkan korban jiwa dan ironisnya terdakwa tidak menyesali perbuatannya. Sementara untuk hal yang meringankan terdakwa kata majelis hakim, tidak ada.

Berdasarkan  fakta persidangan terdakwa dinyatakan bersalah terbukti melakukan tindakan pembunuhan berencana. Sementara terdakwa juga dinyatakan dalam keadaan sehat saat melakukan aksinya.

Diakhir sidang, majelis hakim memberi waktu 7 hari untuk terdakwa untuk menerima ataupun melakukan upaya hukum terhadap putusan itu. “Silahkan nanti dikonsultasikan ke PHnya,” tandasnya.

Sementara itu, JPU Armein Ramdhani SH MH mengaku menerima putusan majelis hakim tersebut.

Menurutnya putusan itu sesuai dengan tuntutan yang disampaikan JPU sebelumnya. “Sesuai dengan tuntutan kita dan kita menerima, ini putusan maksimal tidak ada lagi putusan yang paling berat selain vonis mati,” kata Armein. (kie)