Bupati Minta Pengelola Swalayan Siapkan Alat Pengukur Suhu Tubuh

0

BATURAJA – Bupati OKU, H Kuryana Azis mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta pengelola hotel, rumah makan dan swalayan di wilayahnya agar menyiapkan alat pengukur suhu tubuh.

Hal ini dikatakan Bupati OKU saat menghadiri acara Rakor Pemantapan Tim Satgas Covid-19 dan antisipasi pendatang/arus mudik dari daerah terjangkit Virus Corona ke Kabupaten OKU bertempat di Ruang Abdi Praja, Selasa (31/03).

“Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Pemkab OKU akan mengeluarkan Surat Edaran agar seluruh hotel, swalayan, rumah makan dll menyiapkan alat detektor suhu tubuh dan handsanitizer serta dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala,” kata Bupati.

Ia juga meminta agar pihak Jasa Angkutan Penumpang lebih ketat dalam mengecek suhu tubuh para penumpang yang ada di stasiun dan terminal atau pun di loket-loket penurunan penumpang.

“Satgas Covid-19 OKU bertugas untuk mengkoordinasi, mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan penularan Virus Covid-19 di wilayah OKU serta antisipasi pendatang/arus mudik dari daerah terjangkit Virus Corona ke Kabupaten OKU untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona,” tegas Kuryana.

Sementara Sekda OKU menyampaikan laporan untuk mendirikan Posko Terpadu di perbatasan sebagai akses pintu masuk ke OKU yang ada di Lubuk Batang, Simpang Trans dan dari Ulu Ogan untuk pendatang dari luar yang menggunakan mobil yang hanya lewat ataupun yang berkunjung ke OKU.

Posko terpadu ini merupakan gabungan dari TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Dishub, Satpol PP, BPBD, Damkar dan unsur terkait lainnya.

Demikian pula halnya dengan pusat perbelanjaan, pasar pasar, cafe/resto, serta warung makan di wilayah OKU agar diberlakukan jam operasional serta setelah tutup dilakukan penyemprotan disinfektan agar bisa lebih preventif melalukan pencegahan penyebaran Virus Covid-19.

Menindak lanjuti perkembangan beberapa daerah untuk sektor pendidikan, Bupati OKU meminta agar Dinas Pendidikan OKU selalu berkoordinasi dengan pihak provinsi dan Kemendikbud terkait perpanjangan libur sekolah dan UN ditiadakan.

Sementara Dandim 0403 OKU, Letkol Arh Tan Kurniawan menyatakan pihaknya siap bersinergi semaksimal mungkin membantu satgas yang telah dibentuk dengan cara menyiapkan peralatan apa saja yang dibutuhkan, mensosialisasikan himbuan pencegahan Covid-19 sampai ke desa-desa serta mendorong masyakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Dandim sangat mendukung pendirian posko terpadu di semua pintu masuk Kab OKU untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kodim 0403 OKU juga siap membackup maklumat Kapolri bagi masyarakat agar tidak melakukan perkumpulan/keramaian sementara waktu ini.

Terpisah Ketua MUI OKU, Admiyati Somad menyampaikan untuk tempat ibadah, pihaknya meminta semua masjid sesuai dengan Fatwa MUI agar tidak menyelenggarakan sholat jumat terlebih dahulu dan diganti dengan sholat dzhuhur di rumah masing-masing sampai keadaan normal kembali, hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19.

Dalam fatwa Nomor 14 tahun 2020 itu, MUI menyebut bahwa orang yang telah terpapar virus corona wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain maka sholat Jumat dapat diganti dengan sholat dzuhur di tempat kediaman, karena sholat jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal. (ags)