Bupati OKU Terima Penghargaan Sebagai Kabupaten Peduli HAM

0
Bupati OKU, H Kuryana Azis didampingi Sekda, H Akhmad Tarmizi, serta Kabag Hukum dan HAM, Romson Fitri saat memperlihatkan penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly dihadapan wartawan, Jumat (14/12).
Bupati OKU, H Kuryana Azis didampingi Sekda, H Akhmad Tarmizi, serta Kabag Hukum dan HAM, Romson Fitri saat memperlihatkan penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly dihadapan wartawan, Jumat (14/12).

JAKARTA (fokus-sumsel.com) –Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H Kuryana Azis menerima penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM 2017. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly pada acara Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia ke-70 Tahun 2018 di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Selasa (11/12).

Sehubungan dengan kriteria penilaian untuk Kabupaten/Kota peduli HAM tahun 2017, maka Kabupaten OKU mendapat predikat Kabupaten Peduli HAM Tahun 2017 dan hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-01.HA.02.02 Tahun 2018 tentang Penetapan Kabupaten/Kota Peduli HAM pada Tahun 2017 yaitu 271 Kabupaten/Kota Peduli HAM dan 75 Kab/Kota Cukup Peduli.

Pada acara tersebut dihadiri pula Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Muhammad Jusuf Kalla. Tahun ini, Kemenkumham mengangkat tema “Sinergi Kerja Peduli Hak Asasi Manusia”. Tema utama tersebut sesuai dengan deklarasi universal HAM, dimana unsur dasar dari kehidupan adalah hak individu atau hak asasi manusia.

Bupati OKU Kuryana Azis saat dikonfirmasi, Jumat (14/12), mengucapkan rasa syukur karena telah menerima penghargaan ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kemenkumham yang telah memberikan kepercayaan kepada Pemkab OKU melalui penghargaan itu.

“Saya juga mengucap syukur atas dianugerahinya OKU sebagai Kabupaten Peduli HAM. Ini merupakan hasil kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas semua pihak baik dari jajaran OPD serta dukungan warga OKU sehingga kita dapatkan nilai yang baik dari kriteria Peduli HAM,” ujar Bupati OKU.

Selanjutnya Bupati OKU menjelaskan, penghargaan Kabupaten Peduli HAM merupakan predikat istimewa, karena memiliki kriteria yang tinggi. Ini merupakan penghargaan yang pertama untuk Kabupaten OKU sebagai Kabupaten Peduli HAM.

“Kami selaku Pemkab OKU tentunya akan selalu memperjuangkan HAM yang didasari terpenuhinya hak atas kesehatan, hak pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, pekerjaan, perumahan yang layak dan lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Kuryana Azis.

Bupati OKU berharap program yang berjalan saat ini dapat selalu sejalan dengan RanHAM (Rencana Aksi Nasional HAM), serta berharap program yang sedang berjalan saat ini selalu sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat khususnya terkait dengan HAM.

Dengan penghargaan ini menjadi evaluasi Pemkab OKU agar selalu memperbaiki dan meningkatkan standar dan aturan terkait dengan HAM, seperti hak atas kesehatan, hak pendidikan, hak perempuan dan anak, dan hak lainnya.

“Kami juga berkomitmen untuk mewujudkan, meningkatkan kesadaran serta berpartisipasi baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk menegakan HAM, saya ucapkan selamat hari HAM sedunia yang ke-70,” harap Bupati H Kuryana Azis.

Di tempat yang sama, Sekda OKU, Dr H Achmad Tarmizi mengatakan, dengan penghargaan ini agar menjadi komitmen kita bersama.

“Dengan diraihnya penghargaan Kabupaten OKU sebagai Kabupaten Peduli HAM di Tahun 2018, mari kita bersama-sama menjaga komitmen capaian Kabupaten OKU sebagai Kabupaten Peduli HAM, bahkan kedepannya harus lebih baik lagi,” tegas Sekda.

Sekda juga mengucapkan Selamat Hari HAM Sedunia, mari mengajak seluruh masyarakat untuk saling menjunjung tinggi nilai-nilai HAM dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari pemerintah melalui kebijakannya dan masyarakat melalui pelakasanaannya, tutur orang nomor satu di ASN Pemkab OKU yang sebentar lagi memperoleh gelar S2 di bidang Hukum ini. (ags)