Cinta Ditolak, Nang Ajak Hendri Perkosa Korbannya

0

# Hajat Belum Kesampaian, Wajah Pelaku Dikenali Korban

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) — Kecantikan Melinda Wati Sidomi, calon biarawati yang ditemukan tewas dengan kondisi setengah telanjang di semak-semak dekat areal perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Banung blok G, Devisi 4, Kecamatan Air Sugian, Kabupaten OKI, ternyata membuat salah seorang pelaku, yakni Nang (20) jatuh cinta.

Namun cinta Nang ternyata bertepuk sebelah tangan, karena korban menolaknya. Tak terima cintanya ditolak, Nang akhirnya mengajak temannya Hendri (18) untuk memperkosa korban.

Sialnya, saat lagi asyik menggerayangi tubuh molek korban, topeng yang dikenakan Hendri terbuka dan wajahnya dikenali Melinda.

“Dia tetangga saya. Saya suka sama dia, tapi ditolak. Saya belum sempat memperkosanya, kami hanya peganga-pegang kemaluan dan dadanya saja. Tapi saat Hendri sedang mencium dadanya, topeng Hendri terbuka. Itulah sebabnya kami membunuhnya,” kata Nang, saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, kemarin malam.

Nang mengaku, baru sekitar dua minggu terakhir mengenal korban. “Baru setengah bulan kenal sama dia,” ungkapnya.

Sementara Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Junaidi mengatakan, motif dalam kasus pembunuhan ini adalah asmara.

“Menurut pengakuan kedua tersangka, motifnya asmara, tapi tidak kesampaian. Lalu Nang mengajak Hendri melakukan pemerkosaan kepada korban. Tapi karena korban sedang datang bulan, jadi hanya diobok-obok kelaminnya,” jelasnya.

Sedangkan tersangka Hendri mencium payu dara korban, hingga topeng yang dikenakannya terbuka karena ditarik korban. “Karena itulah, kedua pelaku menghabisi korban,” ujarnya.

Kedua pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing di Desa Sungai Banung, Blok G, Devisi 4, Kecamatan Air Sugian, Kabupaten OKI, Kamis (28/3) sekitar pukul 14.00 WIB.

Keduanya bekerja sebagai tukang panen sawit di PT PMS. “Karena melawan saat akan ditangkap, kita terpaksa memberi hadiah empat butir timah panas kepada masing-masing tersangka,” tandas Kompol Junaidi.

 

# Terancam Hukuman Mati

Dua pelaku pembunuhan calon pendeta di Sungai Baung Ogan Komering Ilir (OKI), Melindawati Zidemi, Nang (20) dan Hendrik (18) terancam hukuman mati. Keduanya dibekuk oleh tim gabungan Polres OKI dan Polda Sumsel Rabu (26/3) lalu.

Dalam rilis oleh Polda Sumsel pada Jumat (29/3), keduanya harus menggunakan kursi roda karena mendapat timah panas petugas kepolisian.

Terungkapya kasus ini bermula saat polisi mulai melakukan penyelidikan terhadap temuan ban karet serta memeriksa empat orang saksi secara intensif. Mereka dicocokkan DNA nya antara korban dengan saksi berdasarkan air liur dan darah korban.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyebut jika keduanya bisa dijerat pasal berlapis, mulai pasal 338 dan pasal 340 KUHP. “Maksimalnya hukuman mati,” katanya. (yns)