Curi Dinamo AC, Dua Sahabat Diringkus Unit Ranmor

0
Kedua pelaku saat diamankan di Mapolrestabes Palembang. Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Dua pelaku pencurian mesin Dinamo AC berikut kabel listrik ditangkap Opsnal Unit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Palembang, Selasa (12/7) sekitar pukul 21.00 WIB di kediamannya masing-masing.

Tersangkanya adalah M Hayadi alias Pauk (39) warga Jalan Kapten Syeh, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang dan Arbiansyah alias Anca (33) warga Jalan KI Marogan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Aksi pencurian ini dilakukan kedua tersangka pada Senin (11/7) sekitar pukul 05.30 WIB di Toko Marathon tepatnya di Jalan Sudirman, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang, milik korban Tjin Kwet Jong (77) warga Jalan Kebon Manggis, Kelurahan Kepandean Baru, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.

Saat kejadian korban diberitahukan oleh saksi Bejo yang melihat di tempat kejadian perkara (TKP) dua pelaku sedang mengambil mesin dinamo AC berikut kabel listrik, lalu saksi melaporkan ke korban.

Kemudian melalui kuasa hukumnya, Alex Chandra, korban membuat laporan polisi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang karena mengalami kerugian sekitar Rp10 juta akibat ulah kedua tersangka tersebut.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi, saat dikonfirmasi, Kamis (14/7), membenarkan pihaknya berhasil mengamankan dua pelaku pencurian mesin dinamo AC dan kabel.

“Pelaku sudah kita amankan dan kasusnya saat ini masih dikembangkan untuk mengetahui apakah kedua pelaku pernah beraksi di tempat lain atau tidak,” tegas Kasat.

Atas perbuatannya kedua tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP. “Pengakuan kedua tersangka sudah pernah dipenjara, namun dalam kasus narkoba. Untuk barang curiannya sendiri sudah mereka jual dan uangnya dibagi dua,” beber Kasat.

Sementara, tersangka Anca saat diwawancarai langsung mengakui perbuatannya yang sudah melakukan pencurian mesin dinamo ac dan kabel tersebut. “Sudah dua hari kami menggambar lokasi toko korban, tugas saya mengangkat barang curian,” kata jukir ini.

Lanjutnya, mesin dinamo AC dan kabel yang dicuri itu dijual di wilayah 23 Ilir. “Kami jual seharga Rp 350 ribu dan uangnya dibagi dua,” jelas residivis kasus Narkoba ini.

Sedangkan tersangka Pauk juga mengakui ikut mencuri. “Saya memanjat dari belakang lalu dengan obeng mencongkel pintu, kalau kabel panjangnya 10 meter dan dijual uangnya bagi dua,” kata residivis kasus sajam itu. (yns)