Dibantu Adiknya, Ibu Dua Anak Ini Nekat Bobol Warung

0
Kedua tersangka saat diamankan di Mapolsek IB I, Palembang, Rabu (27/4). Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Rogaya (35), ibu dua anak yang sedang hamil tiga bulan ini bakal merasakan dinginnya jeruji besi Kepolisian Sektor (Polsek) Ilir Barat (IB) I Palembang. Pasalnya, warga Jalan Bukit Baru, Kecamatan IB I, Palembang itu tersandung kasus pencurian bersama adik kandungnya, Ratna Dewi (23) yang ikut membantu aksi pencurian tersebut.

“Kami kakak beradik menjebol atap warung kepunyaan dari pemilik kontrakan yang sudah sekitar satu tahun ditempati saya dan keluarga,” ujar pelaku Rogaya kepada wartawan, Rabu (27/4/2022).

Ia mengaku menyesali perbuatannya dengan menatapi nasib kedua anaknya sambil menangis. “Ini semua ide dari suami saya berinisial H yang masih buron,” katanya.

Ia tidak menyangka kalau suaminya bakal memberikan dirinya masuk penjara. “Saya tidak menyangka dengan perbuatan suami saya ini, apalagi kondisi saya sedang hamil seperti ini,” aku dia.

Ia mengaku kalau hal ini dilakukan untuk membeli kebutuhan hidupnya. “Uang hasil pencurian yang kami lakukan untuk membeli sembako,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek IB I, Kompol Roy A Tambunan mengatakan, tindak pencurian yang dilakukan Rogaya bersama adik kandung dan suaminya dilakukan pada Kamis (21/4/2022) sekitar pukul 21.00 WIB.

Di saat itu, korban yang hendak membuka warung dikagetkan dengan kondisi plafon dalam keadaan rusak serta sejumlah barang hilang.

“Dari laporan korban yang kita terima dan barang bukti yang kita amankan bahwa korban kehilangan dua tabung gas, 22 pak rokok dan pagar besi di kosannya sudah hilang. Selain itu korban juga kehilangan uang Rp2,5 juta,” jelasnya.

Tak lama berselang, korban mendapat informasi ada orang yang menjual pagar seperti miliknya. Kemudian didapat informasi bahwa pelaku pencurian tersebut tidak lain merupakan penyewa di rumah kontrakan miliknya yang kemudian melaporkan hal tersebut ke polisi.

“Atas perbuatannya, korban terancam dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-4, ke-5 KUHP dengan ancaman hukumannya 7 tahun penjara,” tutupnya. (yns)