Dibawah Pengaruh Alkohol, Siswi SMK Dicabuli

0
(foto: ilustrasi/net)

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Nasib A (17), siswi kelas XII salah satu SMK di Baturaja, Kabupaten OKU, benar-benar malang. Bagaimana tidak, setelah dicekoki minuman beralkohol, korban dicabuli tiga remaja kenalannya, yakni LMR (21), EAL (16) dan IY (16, buron).

Aib yang dialami A ini sendiri terungkap saat polisi berhasil menciduk dua pelaku pencabulan tersebut, yakni LMR dan EAL.

Kedua warga Kelurahan  Rantau Jaya  Kecamatan  Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur ini kini sudah dibekuk polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres OKU, AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasatreksrim, AKP Alex Andriyan SKom yang dikonfirmasi Kamis ( 25/4) membenarkan kejadian tersebut.Menurut Kaplolres OKU, pencabulan anak dibawah umur  berinisial A (17)  ini terjadi  Senin (15/4) sekitar pukul 07.00 WIB di tempat kos pelaku di Jalan Imam Bonjol Desa Air Pauh Kecamatan Baturaja Timur.

Kasus pencabulan ini dilakukan oleh tiga orang, yakni LMR, EAL  dan tersangka inisial IY masih diburu polisi.Musibah yang menimpa korban yang masih berstatus pelajar Kelas XII SMK di Kota Baturaja ini bemula dari pelaku menjemput korban yang akan berangkat ke sekolah.

Rupanya oleh pelaku, korban bukan diantar ke sekolah namun dibawah ke tempat kosannya. Korban diajak minum-minuman beralkohol lalu mengiming-imingi dengan uang.

Selanjutnya tersangka LMR  (21) mengajak korban berhubungan layaknya suami isteri, mungkin dibawah pengaruh alkohol korban melayani pelaku LMR sampai sebanyak dua kali.

Setelah itu pelaku LMR keluar, pelaku EAL juga minta jatah bertanya kepada tersangka LMR apakah dia juga boleh mencabuli korban dan dijawab oleh tersangka LMR silahkan kalau dia mau sembari pergi ke warung.

Kemudian tersangka EAL juga mencabuli korban sebanyak satu kali. Setelah keduanya melakukan perbuatan bejat tersebut, bukan mengantar korban pulang malah mengurung korban di kosan mereka.

Pada malam harinya pelaku LMR kembali mengulangi mencabuli korban sebanyak tiga kali. Kemudian tersangka IY yang juga bersaudara kandung dengan EAL juga mau mencabuli korban namun ditolak oleh korban. Dan akhirnya tersangka IY (buron)  hanya sempat  (maaf–red) menggerayangi tubuh korban. Selanjutnya keesokan harinya tersangka LMR mengantar korban ke rumahnya.

Kasat Reskrim yang didampingi Kanit PPA Polres OKU, Bripka M Soleh SH menjelaskan, terungkapnya kasus setelah ayuk korban melihat ada tanda merah di leher korban.

Ayuk korban menanyakan kemana korban semalaman tidak pulang dan dijawab korban A menginap di rumah temannya. Kakak korban curiga melihat ada bekas tanda merah seperti bekas cupangan di sekitar leher korban. Karena merasa curiga lalu kakak korban memeriksa isi handphone korban dan didapati pesan WA antara korban dan pelaku LMR untuk saling bertemu. “Setelah didesak akhirnya korban mengakui kalau sudah dicabuli para tersangka,” tegas Kasat.

Kasus pencabulan ini lalu dilaporkan oleh  ayah korban Efendi Bin H Hasan (55) yang  di Jalan Letnan Tukiran  Kelurahan Saungnaga, Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU.Menurut Kapolres, tersangka terjerat  tindak pidana menyetubuhi dan mencabuli anak dibawah umur  sebagai mana di maksud dalam Pasal pasal 81 Ayat 2 junto 76, Perpu  No 1 tahun 2016  tentang perubahan kedua UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang disahkan menjadi UU RI No 17 tahun 2016 junto pasal 76 D UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara. (kie)