Diduga Ada Kekeliruan Dalam Berkas Putusan, Mantan Ketua Kadin Pali Ajukan PK

0
PALEMBANG – Terpidana kasus tindak pidana penggelapan atas nama Leo Apriansyah Simatupang (30) eks Ketua Kadin Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung RI melalui Tim kuasa hukumnya.
Pengajuan PK tersebut diduga terjadi adanya kekeliruan terhadap surat perintah penahanan terpidana yang telah divonis majelis hakim PN Palembang pidana penjara selama dua tahun.
Terpidana Leo melalui kuasa hukumnya yakni Benny Murdani, SH.,MH, Pandi Siswanto, SH, M. Anugerah Al Abin, SH serta Eno Agustriawan Simatupang, SH mengatakan kekeliruan itu diketahui saat kliennya mendapatkan surat putusan dari PN Palembang.
“Sebagaimana bukti yang telah kami dapatkan seperti surat perintah penetapan serta penahan tersangka terjadi pada tanggal 5 September 2020, sedangkan dalam pemberkasan hingga putusan pengadilan disebutkan bahwa klien kami ditahan 5 Oktober 2020, apa tidak keliru itu,” ungkap Benny diwawancarai belum lama ini.
Selanjutnya, tambah Benny, adanya beberapa kekeliruan redaksi berkas putusan yang telah kliennya terima, diantaranya ada nama terdakwa lain dalam putusan tersebut dengan kasus tindak pidana pencurian kotak amal, serta ada nama saksi-saksi lain yang berbeda dalam Berkas Acara Pidana (BAP) terpidana.
“Kami tidak tahu apakah ini kesalahan pihak pengadilan atau tidak, yang jelas pada intinya atas adanya bukti itu klien kami merasa keberatan, maka dari itu kami ajukan PK,” jelas Benny.
Dirinya berharap PK yang diajukan dapat dikabulkan oleh pihak Mahkamah Agung, paling tidak masa penahanan kliennya yang saat ini telah menjalani masa penahanan satu tahun di Lapas Sekayu ini dapat dikembalikan sesuai tanggal pada saat ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada September 2020 bukan Oktober 2020.
“Dalam memori PK yang kami ajukan juga dilampirkan bukti-bukti tambahan yakni surat perintah yang diterima seperti surat penangkapan, surat penahanan, bahkan adanya surat perdamaian antara klien serta korban sebagai bahan pertimbangan hakim MA nantinya. Syukur-syukur klien kami dapat dibebaskan karena bukti kami tersebut,” tandasnya.
Diketahui dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Palembang dengan nomor perkara 1969/Pid.B/2020/PN Plg, terpidana Leo Apriansyah Simatupang dihukum dua tahun penjara.
Karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 372 KUHP melakukan penggelapan berupa satu unit mobil Suzuki Ertiga milik saksi korban bernama Alief Rachman Alwi.
Vonis tersebut lebih rendah satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Satrio Dwi Putra yang kala itu dituntut pidana penjara selama tiga tahun. (yns)