Diduga Cemburu, Dua Pemuda di Palembang Duel Berdarah

0
Pelaku saat diamankan di Mapolrestabes Palembang, Selasa (14/6). Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Pengunjung Palembang Squere (PS) Mall, Senin (13/6), dihebohkan dengan keributan antar pemuda yang berduel di depan pintu masuk mall itu.

Dalam video yang diterima wartawan fokus-sumsel.com, terlihat pria berkaos hitam menikam lawannya yang menggunakan baju putih dan berlumuran darah tepat di belakang punggungnya.

Zubasti, orang tua dari korban saat ditemui di SPKT Polrestabes Palembang membenarkan bahwa yang berkelahi tersebut ialah anaknya.

“Cewek tersebut bernama Kirana, orang tua Kirana dan anak saya sudah setuju untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Namun, nyatanya Kirana ini selingkuh dengan pelaku yang diketahui teman dekat Kirana,”ujar Zubasti kepada awak media, Selasa (14/6).

Dari keterangannya, korban mengalami luka tusuk sebanyak 5 lubang. Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mochamad Ngajib melalui Kasat Reskrim Kompol, Tri Wahyudi mengatakan, bahwa pelaku kini sudah diamankan. “Ya pelakunya sudah kita amankan untuk motifnya diduga dari permasalah perempuan,” kata Kasat saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Sementara itu, tersangka AP (17) mengatakan bahwa nekat menusuk korban Ahmad Kailani karena merasa kesal dan sakit hati terhadap korban. “Kirana itu pacar saya, kami pacaran sudah kurang lebih 11 hari,” ujar AP.

Beberapa hari sebelum kejadian motor pelaku juga pernah ditabrak oleh korban saat pulang dari tempat kerjanya pada malam hari, saat itu korban dan rombongannya juga mengancam akan menghancurkan conter handphone tempat pelaku bekerja.

Di hari yang sama saat kejadian pelaku buat perjanjian dengan korban. “Dia (korban) buat janji akan temui aku jam 14.00 WIB di alfamart PS (Palembang Store). Karena merasa terancam saya akhirnya membawa pisau dari rumah,” kata AP lagi.

Kemudian Tiba-tiba setelah Magrib korban sudah ada di tempatnya bekerja dengan membawa surat perjanjian dan memaksa pelaku untuk tanda tangan.

“Dio buat surat perjanjian, aku dak tau isinya apa, maksa aku buat tanda tangan. Aku dak galak, terus dipaksa dio, berhubung sudah sakit hati, khilaf dan dendam juga akhirnya aku tusuk dari belakang,” tutup AP. (yns)