Diduga Mengedarkan Narkoba, Bang Toyip Diciduk Polisi

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Ibnu Rahmadi alias Bang Toyib (42) warga Dusun Mekar Jati Desa Batumarta II Kecamatan Lubuk Raja, Kab. OKU terpaksa harus meringkuk di balik jeruji besi, hal ini setelah dirinya diciduk oleh Sat Narkoba Polres OKU di rumahnya karena diduga sebagai pengedar narkoba.

Dalam konfrensi persnya, Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Waka Polres OKU Kompol Nurhadiansyah, Kabag Ops Polres OKU Kompol Yuskar Iskandar dan Kasat Narkoba AKP Widhi A Dharma SIK menjelaskan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat yang sudah merasa resah dengan korban yang diduga sebagai pengedar narkoba. “Tersangka ini juga merupakan target operasi (TO) kita sudah sejak lama,” kata Kapolres.

Tersangka ditangkap di rumahnya pada 23 Juli lalu. Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka, Sat Narkoba berhasil menemukan dan mengamankan berupa 21 paket yang diduga sabu dengan berat sekitar 6 gram. “Barang bukti ini kita temukan di dalam lipatan selimut milik tersangka,” ungkap Kapolres.

Selain itu, dari tangan tersangka Sat Res Narkoba juga mengamankan sepucuk Senjata Api Rakitan (Senpira) jenis revolver beserta 12 butir amunisi aktif serta satu unit timbangan digital. “Saat kita temukan 5 amunisi sudah terpasang disilinder,” tuturnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal primer 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 dengan ancaman minimal 5 tahun dab maksimal 12 tahun penjara. “Untuk kasus senpiranya kita serahkan ke Reskrim untuk dikembangkan lebih lanjut,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan lingkungan dan keluarganya agar tidak terkontaminasi, serta diminta masyarakat untuk mengingatkan keluarganya tentang bahaya narkoba. “Kalau melihat atau mengetahui tentang peredaran narkoba silahkan langsung lapor ke Polres OKU,” pintanya.

Sementara itu, Ibnu Alias Bang Toyib, saat diintrigasi Kapolres mengatakan bahwa sebelumnya ia juga pernah ditangkap atas kasus yang sama dan pernah dipenjara selama 4 tahun. Masalah ekonomi menjadi alasan utama bapak dua anak ini nekat menjajakan barang haram tersebut. “Dak tahu buk, kebutuhan ekonomi,” kilahnya. (ags)