Diguyur Hujan, Sebagian Pemukiman Penduduk di Baturaja Banjir

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) – Hujan deras mengguyur Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Jumat (11/1). Kondisi hujan deras yang terjadi sejak sore sekitar pukul 17.00 Wib hingga pukul 23.00 Wib ini berdampak pada pemukiman penduduk.

Misalnya di Kawasan Sepancar, Kecamatan Baturaja Timur, Puluhan rumah penduduk terendam hasil pantauan sementara ini. Genangan air terjadi mulai dari pinggir jalan yang dalamnya sebatas mata kaki orang dewasa, hingga ke arah pemukiman penduduk yang dalamnya mencapai leher orang dewasa.

Menurut informasi, genangan air bukan hanya masuk kedalam bangunan rumah dan merendam perabotan saja. Bahkan ada beberapa barang terlihat hanyut.

Selain itu tingginya air yang sampai ke pinggir jalan aspal membuat jalan lintas macet panjang. Kendaraan berjalan merayab. Baik roda dua maupun kendaraan roda empat pribadi maupun angkutan barang. Misalnya terlihat di jalan lintas penghubung Baturaja OKU menuju Martapura Kab OKU Timur.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kab OKU, Mailan Purnama mengatakan, kondisi banjir ini disebabkan curah hujan yang deras. Hujan disertai kilat ini cukup lama sejak sore tadi hingga malam ini. Dampaknya beberapa kawasan mengalami banjir.

Dari informasi yang mereka terima malam ini banjir terjadi di beberapa kawasan. Seperti kawasan Kemelak, Airpaoh, beberapa kawasan RS Sriwijaya dan beberapa wilayah Kecamatan Baturaja Timur. Menyikapi hal ini pihaknya langsung menurunkan 153 orang personil untuk melakukan tindakan cepat. Personil terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kerja BPBD OKU dan relawan.

“Personil kita sebar di beberapa titik banjir sesuai informasi kita terima. Selain itu juga ada yang melakukan patroli. Saat turun ke lapangan mereka memberi bantuan mengevakuasi warga. Sementara ini korban banjir mencari dataran lebih tinggi untuk berlindung,” katanya.

Mailan menjelaskan, banjir yang terjadi di wilayah OKU ini biasanya cepat surut. Mengingat pengalaman sebelumnya jika hujan deras dan lama air akan tinggi dan menyebabkan banjir, namun setelah hujan redah air berangsur akan kembali surut dalam waktu 2-3 jam.

“Paling lama biasanya lebih kurang 6 jam air akan surut. Anggota kita masih di lapangan. Kami membagi tugas. Kita belum bisa terangkan berapa banyak korban banjir dan berapa banyak rumah tenggelam. Saat ini petugas masih patroli dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir,” jelasnya.

Disinggung apakah ada korban atau orang hanyut dari peristiwa banjir akibat hujan ini, kata Mailan sampai saat ini belum ada. “Sementara hanya bangunan rumah saja yang tergenang air dan banjir ini. Selain itu menyebabkan kondisi jalan menjadi macet dibeberapa tiik, seperti sekarang ini. Kedalaman air yang menyebabkan banjir ini, paling tinggi merendam bangunan warga sebatas leher,” katanya. (ags)