Home / Pendidikan / Dinas Pendidikan Nasional Kini Berubah Menjadi Disdikbud

Dinas Pendidikan Nasional Kini Berubah Menjadi Disdikbud

Hits: 110

MARTAPURA, (fokus-sumsel.com) – Salah satu Organisasi Perangkat Daerah Dinas Pendidikan sekarang mengalami perubahan nomenklatur menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Perubahan tersebut tentunya sesuai dengan telah ditetapkannya peraturan daerah No 1 tahun 2017.

“Setelah ada penetapan perda nomor 1 tahun 2017, sekarang Dinas Pendidikan Nasional telah berubah menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap Bupati OKU Timur HM Kholid MD dalam acara kegiatan Sosialisasi Program dan Kebudayaan yang berlangsung di Balai Rakyat Pemkab OKU Timur, Kamis (01/02).

Dalam kesempatan itu yang turut dihadiri Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni S.E, Kajari OKU Timur Ismaya Hera Wardanie SH M.hum, Kepala OPD, Kepala Sekolah, dan Kepala Komite se-OKU Timur, Bupati juga melakukan upaya pembinaan serta melaunching ‘Fingerprint’ untuk satuan pendidikan dasar se-Kabupaten OKU Timur.

Menurutnya, bagi sekolah-sekolah yang tidak dapat memenuhi syarat maka nantinya akan dikumpulkan menjadi grup dengan sekolah terdekat. “Cara ini sudah kita laksanakan dan tidak menimbulkan masalah,” terangnya.

Kholid juga berharap, di dunia pendidikan selain Pemerintah perlu keterlibatan wali murid atau Komite Sekolah agar dapat meningkatkan mutu pendidikan.

“Peran orang tua sangat penting untuk pendidikan. Karena hasil penelitian proses pendidikan itu tidak berhasil tanpa peran aktif orang tua. Dan juga dengan adanya peranan Komite Sekolah dapat meningkatkan mutu Pendidikan di Kabupaten OKU Timur,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur M. Ali mengatakan, bahwa Komite Sekolah merupakan lembaga mandiri orang tua atau wali murid komunitas sekolah dan juga tokoh masyarakat yang peduli akan pendidikan.

Tentunya Komite Sekolah memiliki fungsi dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan cara gotong royong, demokratis, mandiri, profesional dan akuntabel.

“Komite sekolah miliki fungsi dalam tingkatan mutu pendidikan baik secara gotong royong maupun demokratis. Berdasarkan permendikbud No 75 tahun 2016, kita harapkan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dilakukan atas azas gotong royong melalui peran Komite Sekolah,” katanya.

Lanjut Ali, ada perubahan terhadap sistem zonasi sekolah. Pertama zonasi penerimaan peserta didik baru. Kedua, zonasi sarana dan prasarana dan fasilitas sekolah. Ketiga, pendidik dan tenaga kependidikan. Keempat, zonasi ujian nasional berbasis komputer.

“Sekolah wajib menerima calon peserta didik baru yang berdomisili di sekitar sekolah sesuai daya tampung. Serta dalam pelaksanaan UNBK sekolah yang dalam satu wilayah agar dapat melakukan UNBK secara bersama–sama,” terangnya.

Setelah Bupati secara simbolis louncing Fingerprint, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) OKU Timur, Aguscik Spd berharap semoga nantinya seluruh Kepala Sekolah dapat melaksanakan kedisiplinan waktu tugas dengan baik yang tentunya akan diikuti oleh seluruh guru, pegawai, murid dan warga sekolah.

“Kita harapkan nantinya seluruh Kepala Sekolah dapat meningkatkan kedisplinan waktu, sehingga dengan sendirinya mutu pelayanan dapat dilaksanakan dengan maksimal untuk mencapai tujuan pendidikan yang baik,” harapnya. (Feb)

About fokusmediaku

Baca Juga

Kerjakan UNBK di Tempat Tidur, Sekda OKU Rekomendasikan Sandi Masuk SMN5

Hits: 200 BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Sendi Tiara (15), siswi SMP N 09 Tanjung Kemala, Kabupaten …