Dinkes OKU Imbau Warga Jangan Panik

0

# OKU Aman Virus Corona

BATURAJA – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memastikan aman dari keberadaan Virus Corona Covid – 19 lantaran OKU tidak pernah ada pasien yang berada dibawah pengawasan.

“Yang perlu diwaspadai justru sikap masyarakat. Saya himbau agar masyarakat jangan panik berlebihan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan OKU, H Husni Tamrin SE MM melalui Sekretaris Dinas Kesehatan OKU, Rozali SKM MM, Sabtu (07/03).

Pasca diumumkannya 2 Warga Negara Indonesia (WNI) terkonfirmasi Corona, masyarakat banyak memburu masker. Sampai – sampai barang ini langka di pasaran. Tak terkecuali di Bumi Sebimbing Sekundang.

“Bahwa stok masker untuk di fasilitas kesehatan (faskes) khususnya milik pemerintah tersedia. Kalau di Puskesmas, Rumah sakit tentu tersedia dan cukup. Baik masker N95, maupun masker medis biasa,” tukas Rozali.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Andi Prapro SKM melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Amrina Yulita SKM, menambahkan, sejak awal virus ini menyebar, Dinas Kesehatan OKU sedianya sudah mengingatkan masyarakat agar tidak panik.

“Bahwa penggunaan masker hanyalah untuk mereka yang sakit saja. Masker digunakan oleh orang sakit, bukan orang sehat. Orang sehat gunakan masker terbatas apabila sedang berada di kerumunan atau berada di daerah yang sudah tertular,” beber Amrina.

Dilanjutkan Amrina, orang yang sedang sakit, terutama flu disarankan memakai masker. Namun, bagi mereka yang sehat dinilai tak berlaku mendesak menggunakan masker.

Kendati demikian, Amrina mengatakan bahwa apa yang terjadi di masyarakat merupakan sesuatu hal yang sudah terlanjur terjadi. Upaya Pemerintah Kabupaten OKU melalui Dinas Kesehatan OKU terus melakukan sosialisasi, melalui media sosial dan media massa. “Untuk apa membeli masker dalam jumlah banyak, sedangkan virus ini tidak menular melalui udara,” terang Amrina.

Penularan, lanjut Amrina, hanya terjadi melalui kontak erat jarak dekat. Adanya percikan ludah dari penderita itu yang akan menularkan. “Kami saat ini lebih kepada upaya memberikan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (kie)