Disperindag OKU Sebut Harga Minyak Goreng Masih Tinggi

0
Salah seorang pedagang minyak goreng di Pasar Atas Baturaja terlihat sibuk menjajagan dagangannya. Foto: Harki Mahali

BATURAJA – Pengawas Kemtrologian Disperindag Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Octa Liliyandi menyebutkan, meskipun pemerintah mencabut larangan ekspor CPO, namun harga minyak goreng di daerah itu masih tinggi dikisaran Rp18.000 per liter.

“Kebijakan pemerintah mencabut larangan ekspor CPO sejak Senin (23/5), belum begitu berdampak pada harga minyak goreng di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU),” kata Octa, Kamis (26/5).

Dikatakan Octa, berdasarkan pantauan tim Disperindag OKU harga minyak goreng baik premium kemasan dan curah masih tetap sama belum ada penurunan.

Minyak goreng curah di pasar tradisional dan pasar ritel di daerah itu saat ini masih relatif tinggi dikisaran harga Rp18.000/liter, sedangkan untuk kemasan mencapai Rp23.000/liter. “Sedangkan harga minyak goreng curah di agen distributor berkisar Rp14.000-Rp15.500/liter,” jelasnya.

Octa menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat dalam penyaluran minyak goreng guna mengantisipasi adanya oknum pedagang yang menaikan harga melebihi ketetapan pemerintah.

Pengawasan tersebut melibatkan pihak terkait agar penyaluran minyak goreng di daerah itu tersalurkan dengan benar dan tepat sasaran.

“Hal tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi aksi menimbun minyak goreng hingga menyebabkan kelangkaan barang di pasaran,” tegasnya. (kie)