Ditodong Pakai Pistol, Istri Kades Sukamaju Relakan Motornya Digasak Begal

0

BATURAJA – Dibawah todongan pistol rakitan, Yunani (47) warga Desa Sukamaju, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, akhirnya merelakan sepeda motor MX BG 4979 FAD kesayangannya dibawa kabur dua pelaku yang merampoknya.

Peristiwa naas itu sendiri dialami korban di dekat tempat pemakaman umum Tadikat Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Selasa (30/7) sekitar pukul 16.00 WIB saat mau membesuk saudaranya yang sedang sakit di RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja.

Saat itu di lokasi kejadian korban dicegat dua orang pria yang beraksi menggunakan masker dan helm tertutup dengan mengendarai motor Honda Beat warna hitam tanpa plat polisi.

“Sore itu saya mau membesuk ayuk yang sedang sakit di RSUD dengan mengendarai sepeda motor MX BG 4979 FAD, lalu di tengah jalan saya dicegat dua orang pria yang beraksi menggunakan motor Honda Bead warna hitam tanpa plat polisi,” ungkap Yunani saat dibincangi di rumahnya, Rabu (31/7).

Korban mengaku, tidak mengenali para pelaku karena menggunakan masker dan helm tertutup. “Stop stop. Turun turun,” kata korban meniru ucapan salah seorang pelaku.

Korban yang tidak punya firasat buruk tanpa menaru rasa curiga langsung menghentikan laju sepeda motornya dan menanyakan kepada para pelaku ada keperluan apa.

“Saya waktu itu memang posisinya lagi linglung dan banyak melamun karena memikirkan kondisi ayuk yang sedang sakit,” katanya.

Melihat korban berhenti tanpa basa-basi pelaku yang duduk di kursi belakang langsung turun dari sepeda motor yang dikendarainya, lalu menodongkan senjata api rakitan (senpira) ke kepala korban. “Pistolnya warna silver dengan panjang 25 sentimeter,” kata korban.

Tak ayal korban pun langsung ketakutan dan tanpa buang waktu pelaku mendorong Yunani agar turun dari motornya. “Lalu motor saya langsung dibawa kabur ke arah Baturaja,” kata dia.

Setelah pelaku kabur korban pun berusaha mencari pertolongan dan beruntung beberapa menit kemudian keponakannya bernama Lina melintas di lokasi kejadian. “Ado apo bik? Motor aku diambek uwong,” kata Yunani meniru percakapan antara dia dan keponakannya.

Selanjutnya korban langsung pulang ke rumahnya dan menceritakan musibah yang dialaminya itu ke suaminya yang berprofesi sebagai Kepala Desa Sukamaju. “Lalu saya melapor ke Mapolsek Baturaja Barat,”ungkapnya.

Sementara Amri (55), tetangga korban saat dibincangi mengaku, di lokasi kejadian memang dikenal rawan aksi kejahatan karena sudah sering memakan korban. Kejadian terbaru adalah peristiwa perampokan yang dialami dua orang pelajar SMP atas nama Tio dan Yongki, warga Desa Sukamaju.

“Kejadiannya sebulan lalu. Saat itu kedua korban baru pulang sekolah, lalu sekitar pukul 16.00 WIB berniat mau ke kota. Di tengah jalan dicegat dua begundal lalu motornya dirampas. Bahkan kedua korban sempat dipukul dulu oleh para pelaku,” ungkap Amri.

Mengingat hal itu, Amri dan Yunani berharap agar polisi segera menangkap para pelaku sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

“Saya pas kejadian bawa tas ransel yang isinya uang puluhan juta dan handphone. Tetapi tasnya tertutup oleh jaket sehingga pelaku tidak menyadarinya. Kalau sampai mereka tahu, maka habisla sudah gaji seluruh honorer dan pegawai di kantor desa kami. Alhamdulilah uangnya tidak hilang,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari melalui Kapolsek Baturaja Barat, AKP Marwan saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Kasusnya lagi kita dalami dan tim gabungan dari Polres OKU, Polsek Baturaja Timur dan Polsek Baturaja Barat saat ini masih di lapangan untuk memburu para pelaku,” pungkasnya. (ags)