DPO Curanmor Ditangkap di Bandara SMB II Saat Pulang Kampung

0
Tersangka Noval Valentino, saat diamankan di Mapolsek Plaju Palembang. Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG- Anggota Unit Reskrim Polsek Plaju berhasil menangkap DPO kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang terjadi di Jalan Kapten Robani Kadir, tepatnya area parkiran Alfamart, Kecamatan Plaju, Palembang pada 25 Oktober 2021 lalu sekitar pukul 07.45 WIB.

Tersangka yang dimaksud Noval Valentino (18) warga Jalan Kilang Minyak, Kelurahan Sungai Rebo, Kabupaten Banyuasin. Noval ditangkap pada Minggu (22/5), saat berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Kapolsek Plaju, AKP Firmansyah melalui Kanit Reskrim, Ipda Okta Kuncoro mengatakan, tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang memberitahukan bahwa Noval akan kembali ke Palembang.

“Berawal dari informasi masyarakat bahwa tersangka akan pulang ke Palembang dari Batam dengan menggunakan pesawat, sehingga mendapatkan informasi tersebut anggota kita bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dengan pihak bandara dan berhasil mengamankannya,” ujarnya, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (23/5).

Sambungnya, untuk modus sendiri tersangka bekerjasama dengan temannya Galih sedang menjalani hukuman di Mapolda Sumsel, sedangkan perannya tersangka ini memantau kondisi sekitar dan temannya Galih melakukan eksekusi dengan mengambil motor korban Lisa Widiyanti yaitu Honda Beat nopol BG 6446 ACI.

“Untuk tersangka Galih sendiri sedang menjalani hukuman di Polda Sumsel dengan perkara lain, dan nantinya bila hukumannya selesai akan kita jemput untuk dilakukan penahanan terhadap kasus curanmor,” jelasnya.

Sementara barang bukti (BB) yang diamankan satu unit handphone merek Nokia. “Untuk tersangka sendiri kita jerat dengan pasal 363 ayat 1 ke-4E, ke-5E KUHP dengan ancaman penjara selama tujuh tahun,” katanya.

Terpisah, tersangka Noval mengakui perbuatannya. “Benar saya ikut dalam aksi curanmor dan saya bertugas mengawasi keadaan sekitar, sedangkan teman saya yang melakukan eksekusinya,” ungkapnya.

Lalu, motor hasil penjualan dibagi berdua. “Setelah itu saya pergi ke Batam dan pulang karena rindu dengan keluarga di Palembang tapi malah tertangkap di bandara,” katanya. (yns)