DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Provinsi Sumsel ke 73

0

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) — DPRD Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi ke 73 Provinsi Sumsel yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumsel, MA Gantada dan didampingi para Wakil Ketua DPRD Sumsel, Chairul S Matdiah, M Yansuri dan Kartika Sandra Desi di Palembang, Rabu.

Rapat paripurna istimewa DPRD Sumsel ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya serta dihadiri sejumlah tamu undangan penting lainnya mulai dari staf ahli Mendagri Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hamdani, staf ahli Menpora Bidang Ekonomi Kreatif Jonny Mardizal, anggota DPR RI asal dapil Sumsel Hanna Gayatri, anggota DPD RI asal dapil Sumsel Asmawati, para Bupati/Wali Kota se Provinsi Sumsel, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan undangan lainnya.

Ketua DPRD Sumsel MA Gantada dalam sambutannya mengatakan, peringatan yang dilaksanakan dalam bentuk rapat paripurna istimewa ini merupakan wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, karena dengan kesadaran akan semangat kebersamaan dan sesuai dengan motto provinsi, Sumsel Maju untuk Semua.

Hari ini 15 Mei 2019, Provinsi Sumsel memperingati hari jadinya yang ke 73. Hari yang merupakan perenungan dari suatu perjalanan sejarah, rangkaian peristiwa dan waktu. Masa sekarang adalah cermin masa lalu, dan masa depan adalah harapan dari hasil kerja hari ini, katanya.

Sebagai negara modern pada waktu itu dan telah menetapkan batas wilayah kekuasaannya yakni zaman Sultan Abdulrahman yang menguasai sebagian wilayah sekarang termasuk Jambi (di daerah Muara Tembesi), sebagian daerah Lampung (Menggala, Tulang Bawang) dan juga Pulau Bangka Belitung, serta daerah Rejang Empat Petulai (Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu) dan Belalau di sebelah Selatan Danau Ranau.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya menyatakan, melalui momentum hari jadi Provinsi Sumsel ke 73 tahun 2019 ini, dirinya mengajak seluruh unsur Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota serta masyarakat Sumsel untuk introspeksi diri, terkait dengan apa yang telah, sedang dan akan diperbuat dalam mewujudkan tercapainya kesejahteraan masyarakat.

“Ini akan menjadi evaluasi bagi kita. Saya ingin kedepan hari jadi Sumsel lebih semarak dengan melibatkan masyarakat. Hari ini kita memperingati hari jadi Sumsel ke 73, syukur kita ucapkan karena momen ini bertepatan dengan bulan puasa,” tuturnya.

Ia menyampaikan, momentum hari jadi Provinsi Sumsel yang ditetapkan melalui Perda Nomor 5/2007 tanggal 21 Maret 2007, mengingatkan kembali masyarakat Sumsel akan kebesaran dan kejayaan kerajaan Sriwijaya yang diharapkan dapat memberikan energi untuk membawa provinsi ini maju dan unggul dimasa datang.

Misi dan visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025. Yakni Sumsel Unggul dan Terdepan tahun 2025. Visi RPJPD tersebut diturunkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2023 dengan visi Sumsel Maju untuk Semua.

Ia merinci untuk 2019 akan difokuskan dalam pencapaian 16 sasaran meliputi majunya ekonomi kerakyatan, majunya investasi, industri dan perdagangan. Majunya pertanian rakyat dan kedaulatan pangan, majunya kesejahteraan rakyat, majunya akses energi, kesehatan masyarakat, pendidikan berkualitas, majunya pembangunan responsive gender, majunya pelayanan publik, majunya pembangunan yang transparan, majunya aparatur profesional dan berintegritas. Majunya kualitas lingkungan hidup, majunya infrastruktur dan konektivitas, majunya stabilitas keamanan, majunya seni, budaya dan pariwisata serta majunya pemuda dan olahraga.

“16 sasaran tersebut merupakan sasaran tahun pertama dalam masa kepemimpinan saya dan pak Mawardi Yahya yang tentu tidak dapat dicapai tanpa ada kerjasama dan dukungan dari seluruh masyarakat, Bupati dan Wali Kota, serta pemangku kepentingan lainnya,” katanya. (SW/ADV)