DPRD Sumsel Setujui Raperda Usulan Pemprov Jadi Perda

0
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas saat menerima usulan Raperda dari Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

PALEMBANG – DPRD Sumatera Selatan menyetujui tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan pemerintah provinsi Sumsel menjadi perda pada Rapat Paripurna XI (11)  dengan agenda laporan hasil penelitian dan pembahasan panitia khusus (Pansus)  DPRD Sumsel terhadap 7 raperda usulan Pemprov Sumsel yang dilaksanakan di Palembang, Jumat (20/03).

Rapat Paripurna XI (11) dengan agenda laporan hasil penelitian dan pembahasan panitia khusus (Pansus) DPRD Sumsel terhadap 7 raperda usulan Pemprov tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel Kartika Sandra Desi dan didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas yang dihadiri Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya serta pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel.

Adapun 7 Raperda yang dimaksud antara lain  Raperda tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana, Raperda tentang pengelolaan hutan produksi dan hutan lindung Provinsi Sumsel. Kemudian Raperda tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi, Raperda Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumsel. Serta Raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sumsel.

Secara umum lima pansus DPRD Sumsel melalui juru bicaranya masing-masing menyetujui dan memahami 7 raperda yang diusulkan pemprov Sumsel tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas mengatakan, dari tanggal 17 Februari hingga 19 Maret 2020 telah melaksanakan dan menyelesaikan pembahasan 7 raperda tersebut dan sudah menandatangani keputusan bersama. “Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal bagi kita semua dan bermanfaat bagi masyararakat,” katanya.

Sementara Gubernur Provinsi Sumsel H Herman Deru mengatakan, Raperda tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana diharapkan dapat menjadi payung hukum dan pedoman bagi pelaksana di lapangan dalam melakukan upaya- upaya pencegahan, penanggulangan dan penanganan pasca bencana, menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, menyeluruh dan berkelanjutan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman risiko dan dampak bencana.

“Selanjutnya Raperda tentang Pengelolaan Hutan Produksi dan Hutan Lindung di Provinsi Sumsel, diajukan sehubungan adanya penyerahan kewenangan bidang kehutanan sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, sehingga Pemerintah Provinsi mempunyai tugas dan kewenangan melakukan pengawasan dan pengelolaan Hutan Produksi dan Hutan Lindung melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), sehingga terselenggara- nya pengelolaan hutan secara efisien dan berkelanjutan di Provinsi Sumsel,” katanya.

Sementara Raperda tentang Rencana Umum Energi bagi Daerah Provinsi, merupakan pedoman bagi Pemerintah Provinsi Sumsel dalam memberi arah pengelolaan energi di daerah guna mewujudkan kemandirian energi dan ketahanan energi daerah, untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan yang dapat meningkatkan perekonomian daerah.

“Hal ini didukung oleh potensi Sumber Daya Energi Sumatera Selatan seperti Minyak Bumi, Gas Bumi, Batubara dan sehingga Panas Bumi yang berlimpah memerlukan suatu pengelolaan secara terencana dan terkendali,” tuturnya.

Selanjutnya Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pembentukan Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Sumatera Selatan menurutnya, dilatarbelakangi untuk menjembatani kepentingan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) untuk mendapatkan akses kredit atau penbiayaan melalui bank atau kreditur lainnya dan memberikan jasa penjaminan, untuk itu dikatakannya perlu pengembangan dan peningkatan modal PT. Jamkrida Sumsel sejalan dengan misi Gubernur- Wakil Gubernur Sumsel.

Selanjutnya Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pembentukan Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Sumatera Selatan menurutnya, dilatarbelakangi untuk menjembatani kepentingan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) untuk mendapatkan akses kredit atau penbiayaan melalui bank atau kreditur lainnya dan memberikan jasa penjaminan, untuk itu dikatakannya perlu pengembangan dan peningkatan modal PT. Jamkrida Sumsel sejalan dengan misi Gubernur- Wakil Gubernur Sumsel.

“Selanjutnya Raperda tentang Perubahan Ketujuh atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012,tentang Retribusi Jasa Usaha disusun guna menampung beberapa aset pada Dinas Perhubungan, berupa fasilitas pelabuhan pengumpan regional beserta sarana pendukunya dan aset pada Dinas Kelautan dan Perikanan berupa Cold Storage, Petak Pasar Ikan, fasilitas Pelabuhan Perikanan dan Jasa Pengujian Mutu Hasil Perikanan, yang dapat dijadikan sebagai objek retribusi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” katanya. (ADVERTORIAL)