Dua Kakek Berkelahi, Satu Masuk Rumah Sakit

0

KAYUAGUNG (fokus-sumsel.com) — Dua orang kakek di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terlibat perkelahian, bahkan satu orang diantaranya harus dibawa dan menjalani operasi di Rumah Sakit Bari Palembang lantaran menderita luka serius.

Kedua kakek yang terlibat perkelahian diduga karena permasalahan lahan tersebut adalah tersebut adalah Abusama (62), warga Desa Lubuk Ketepeng dan Agustoni (72), warga Desa Talang Cempedak Kecamatan Jejawi.

Akibat perkelahian di salah satu kebun karet yang berada di Desa Talang Cempedak, Abusama menderita luka bacokan di beberapa bagian tubuhnya, Jumat (1/3) lalu.

Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kapolsek Jejawi IPTU I Made Oka S melalui Paur Subbag Humas, IPDA Suhendri saat dikonfirmasi, Minggu (3/3), membenarkan adanya peristiwa perkelahian yang terjadi di Desa Talang Cempedak Kecamatan Jejawi tersebut.

“Kemarin sekitar pukul 16.00 Wib, Polsek Jejawi mendapat informasi melalui seluler dari Kades Lubuk ketepeng, Ningsih, bahwa telah terjadi perkara penganiayaan terhadap korban Abusama (62) yang dilakukan oleh pelaku Agustoni (72),” kata Suhendri.

Yang mana saat informasi itu disampaikan, masih kata Suhendri, korban sedang dibawa dan dalam perjalanan menuju RS Bari Palembang. Kemudian, anggota Polsek Jejawi dipimpin oleh Kapolsek IPTU I Made Oka S meluncur ke TKP.

“Setibanya disana, langsung melakukan cek TKP, yaitu kebun karet yang berlokasi di Desa Talang Cempedak. Dari TKP ini didapatlah informasi bahwa yang melakukan tindakan penganiayaan tersebut adalah Agustoni, warga setempat,” ujar Suhendri.

Selanjutnya, kata Suhendri lagi, Kapolsek Jejawi bersama 3 orang personelnya segera mendatangi rumah pelaku dan berhasil mengamankan serta menyita barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis parang yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban.

“Dari keterangan tersangka, dirinya mengakui melakukan penganiayaan. Berawal mereka sama-sama berteduh di sebuah gubuk, setelah hujan reda ketika mereka akan pulang untuk persiapan sholat Jumat terjadilah peristiwa tersebut,” jelas Suhendri.

Saat itu, ketika pelaku akan mengecek pagar kebun dihampiri oleh korban sambil melontarkan kata-kata sinis. Lanjut Suhendri, tak terima pelaku menyepak kaki korban sehingga jatuh. Kemudian, pelaku menduduki dan memukul muka korban dengan kepalan tangan kanan sebanyak satu kali.

“Tak sampai disitu saja, kemudian pelaku merebut parang milik korban, dan saat korban berusaha berdiri pelaku langsung mengayunkan parang ke arah korban yang mengenai leher belakang, kepala, serta kaki kiriyang mengakibatkan luka dan berdarah,” ungkap Suhendri.

Kejadian tersebut, lanjut Suhendri, disebabkan karena kedua belah pihak memang punya hubungan kurang harmonis sejak lama, karena saling klaim kepemilikan lahan kebun. (feb/g-wijaya)