Dua Oknum BPN Terancam Pasal Gratifikasi PTSL

0
Kasubsi Penuntutan Bidang Pidsus Kejari Palembang, Hendy Tanjung SH MH. Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Kejakasaan Negeri (Kejari) Palembang melalui Tim Pidsus Kejari Palembang, resmi limpahkan berkas dua tersangka oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang periode tahun 2019 terkait kasus dugaa¬† penerimaan Gratifikasi dalam Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Jum’at (8/4/2022).

Pelimpahan berkas langsung dibawa oleh Kasubsi Penuntutan Bidang Pidsus Kejari Palembang, Hendy Tanjung SH MH.

Pantauan wartawan, tampak saat turun dari mobil Hendy menurunkan dua tumpuk berkas yang langsung dibawa langsung menuju Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Untuk kedua tersangka oknum pegawai BPN Kota Palembang yang terjerat kasus dugaan penerimaan gratifikasi tersebut diantaranya AZ yang pada saat itu menjabat sebagai Kasi Hubungan Hukum BPN Palembang sekaligus Ketua Panitia ADJUDIVIKASI PTSL Tahun 2019.

Sementara untuk tersangka JK pada saat itu menjabat sebagai Kasi Penataan dan Pemberdayaan BPN Kota Palembang.

Saat dikonfirmasi terkait kedatangannya ke PN Palembang Hendy mengatakan, pihaknya secara resmi akhirnya melimpahkan dua berkas tersangka dugaan penerima gratifikasi dalam program PTSL tersebut.

“Ya benar, kita resmi limpahkan berkas dua tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat dua oknum pegawai BPN Kota Palembang dalam program PTSL dengan inisial AZ dan JK. Pelimpahannya kita lakukan kemarin,” tegasnya, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (9/4/2022).

Atas perbuatannya, kedua tersangka tersebut dijerat dengan empat Pasal sekaligus yakni Primer Pasal 2 ayat (1) atau Subsider Pasal 3 atau Pasal 12 a atau 12 B Jo Pasal 18 Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (yns)