Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Bibit Karet di OKI Divonis Bebas

0
Majelis hakim PN klas 1A khusus Palembang saat membacakan vonis bebas terhadap kedua terdakwa, Senin (12/9). Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Tidak terbukti melakukan tindak pidana Korupsi dalam kasus dugaan korupsi Pengadaan Bibit Karet di Dinas Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Tahun Anggaran 2019, dua terdakwa yakni Tabroni Perdana dan Roni Candra, (Berkas Terpisah) dibebaskan oleh majelis hakim.

Hal tersebut diketahui saat sidang yang digelar di Pengadilan negeri (PN) klas 1A khusus Palembang, Senin (12/9).

Dalam amar putusannya majelis hakim Mangapul Manalu SH MH menjelaskan, bahwa perbuatan kedua terdakwa tidak terbukti secara sah dan bersalah dalam melakukan tidak pidana korupsi, dan membebaskan kedua terdakwa dari segala tuntutan JPU.

Selain itu hakim juga memerintahkan supaya untuk membebaskan para terdakwa dari tahanan, memulihkan hak – hak para terdakwa dalam kemampuan kedudukan, harkat dan martabatnya, serta memerintahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan komering Ilir (OKI) untuk mengembalikan uang sebesar Rp317 juta, yang disita dan diberikan oleh saksi  Roni Candra.

Usai mendengarkan putusan yang dibacakan oleh majelis hakim, kedua terdakwa menyatakan terima terhadap hasil putusan tersebut, sementara JPU Kejari OKI terhadap putusan tersebut akan melakukan Kasasi.

Diberitahukan dalam sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKI menuntut kedua terdakwa dengan hukuman masing – masing selama 1 tahun 3 bulan pidana penjara denda Rp50 juta subsider 3 bulan.

Terpisah, JPU Kejari OKI Fahri SH, saat diwawancarai wartawan mengatakan, seperti yang telah disampaikan dalam persidangan, maka selaku JPU pihaknya akan mengajukan Kasasi.

Sementara Tim Kuasa Hukum Roni Candra, yaitu Faisal SH, saat diwawancarai mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, karena kliennya dibebaskan oleh majelis hakim.

“Tapi dalam pertimbangan hakim tadi, saya melihat salah satu azaz frasa in dubio pro reo diartikan sebagai jika ada keragu-raguan mengenai sesuatu hal haruslah diputuskan hal-hal yang menguntungkan terdakwa,” katanya.

Disitu lanjut dia, pihaknya melihat ada azaz yang muncul disana, di satu sisi tadi juga majelis hakim berpendapat bahwa ahli dalam keterangannya dikesampingkan karena tidak bisa memberikan pendapat tentang kerugian negara secara nyata. “Untuk selanjutnya kita akan ke Rutan Kayuagung untuk berkordinasi dengan rekan Kejari OKI agar segera membebaskan klien kami,” jelasnya.

Sementara tim kuasa hukum terdakwa Tabroni Perdana, Apriansyah SH menambahkan bahwa putusan ini sesuai dengan instruksi, dan selaku kuasa hukum merasa bangga dan bahagia terkait putusan ini sesuai dengan fakta persidangan yang ada.

Dijelaskan untuk pertimbangan, bahwa majelis hakim tidak menemukan namanya kerugian negara, jadi unsur – unsur yang didakwakan oleh JPU tidak terpenuhi.

“Selanjutnya kami akan koordinasi dulu, dengan tim yang ada, nanti kami akan mempersiapkan apa apa yang akan disiapkan untuk dibawa ke Rutan Kayuagung,” tandas dia. (yns)