Gara-gara Joget Sambil Sholat, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

0
Pelaku saat diamankan di Mapolres OKU.

BATURAJA – Gara-gara memposting video sholat sambil berjoget, kini Debi Rizki Putra (18) warga Jl DR M Hatta, RT 06/02, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Ya, Debi dibekuk aparat Reskrim pimpinan AKP Wahyu di rumahnya tanpa perlawanan pada Rabu malam (06/05) sekitar pukul 21.31 WIB. “Pelaku kita tangkap karena diduga telah melecehkan agama Islam,” kata Kapolres AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH, saat dikonfirmasi, Kamis (07/05).

Menurut Kapolres, video sholat yang dibuat dan diperankan pelaku dengan menyamar sebagai wanita yang memakai mukenah sambil joget sudah banyak tersebar di medsos terutama di Instagram dan WhatsApp.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan di Polres OKU bersama barang bukti  satu unit HP dan satu buah mukena putih biru bermotif bung-bunga,” ujar Kapolres OKU.

Dijelaskan Kapolres, Penangkapan terhadap tersangka bermula pada Selasa 5 Mei 2019 sekitar pukul 05.30 WIB, setelah sholat subuh pelaku membuat konten snapgram video sholat dengan diiringi musik dugem atau berjoget joget.

Tersangka menggunakan mukenah sholat berwarna putih biru motif bunga bunga yang direkam melalui aplikasi Instagram dengan menggunakan satu unit Hp merk VIVO Y12 warna biru.

“Kemudian setelah itu pelaku menyimpan video tersebut dan sekitar pukul 05.33 WIB pelaku meng-share video tersebut di status akun Whatshap miliknya,” jelas Kapolres.

Selain itu, sejumlah akun penggiat medsos di Baturaja dan sekitarnya turut membagikan video yang sudah diunggah pelaku tersebut sehingga menjadi viral.

Karena sudah membuat resah masyarakat, atas dasar itulah kemudian pihaknya melakukan penyelidikan dan dengan cepat meringkus pelakunya.

Dikatakan lagi oleh Kapolres, pelaku diduga telah melakukan tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan.

Dan atau barang siapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau 156a KUHPidana.

“Pelaku membuat video tersebut dengan maksud hanya iseng-iseng. Cara pelaku menyebarkan video tersebut menggunakan aplikasi snap atau status whatapps dengan nomor handphonenya,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, video yang dibuat tersangka tersebut dalam suasana cahaya kelap kelip mirip di sebuah club atau diskotik. Dalam video diiringi music DJ menghentak itu tersangka mengenakan mukena dan sedang sholat dengan posisi berdiri bersedekap.

Kemudian dia berjoget dengan melepas sedekapnya dan tangannya diputar-putar sejajar kepala. Seperti tampak kepergok, lalu tangannya disedekapkan lagi seperti semula.

Video tersebut salah satunya diunggah tersangka menggunakan akun Instagram dengan nama akun Debby Markona.

“Pas lagi shalat. Tiba-tiba2 ada tetangga putar lagu DJ.  Dari pada ngga khusyuk. Iaaaaaaa keburu abang datang,” demikian keterangan yang dibuat dalam video berdurasi 9 detik yang di postingnya itu. (kie)