Garbi Sudah Terbentuk di Tujuh Kabupaten di Sumsel

0

PALEMBANG, (fokus-sumsel.com) – Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) hingga sekarang ini sudah terbentuk di tujuh kabupaten/kota di Sumatera Selatan dan diharapkan dalam waktu dekat bisa terbentuk di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Untuk cabang Garbi di Sumsel sudah terbentuk di tujuh kabupaten/kota, kata
Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) chapter Sumatera Selatan, Amril Sudiono saat acara dialog kebangsaan dan sarasehan daerah Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Se-Sumbagsel dengan tema merajut kekuatan bangsa menuju kekuatan lima besar dunia, di Palembang, Sabtu (13/7).

Tujuh kabupaten/kota itu adalah Pagaralam, Lahat, Empat Lawang, Muratara, Musirawas, Lubuklinggau dan Palembang dengan kepengurusan yang terdata sekarang ini sekitar 500 orang.

“Kita berharap untuk kabupaten/kota lainnya di Sumsel segera terbentuk secepatnya,” katanya.

Dalam dialog kebangsaan dan sarasehan daerah Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Se-Sumbagsel itu juga hadir M.Anis Matta yang merupakan Inisiator GARBI yang juga Wakil Ketua DPR RI 2009-2013) kemudian Eddy Santana Putra (Pembina GARBI Sumsel, Walikota Palembang 2 Periode, Anggota DPR RI Terpilih 2019-2024), kader GARBI se-Sumbagsel (Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung) dan tokoh politik.

M. Anis Matta yang merupakan Inisiator GARBI, melihat Indonesia adalah negara besar secara demografi dan teritori dengan potensi alam, manusia, budaya, agama, dan ideologi yang beragam dan begitu luar biasa. Dengan beragam potensi itu sudah seharusnya Indonesia menjadi negara adil, makmur dan sentosa atau bahkan seharusnya Indonesia menjadi salah satu negara adidaya di dunia.

Akan tetapi, faktanya Indonesia hari ini masih jauh dari kata “adidaya”. Jangankan untuk menjadi negara adidaya, untuk mensejahterakan rakyatnya saja negara ini masih berpeluh susah dengan terengah-engah. Tak cukup hanya sampai di situ, hari ini Indonesia juga tengah dilanda krisis multidimensi yang dimulai dari krisis kepemimpinan.

“Hilangnya sosok pemimpin yang seharusnya bisa membawa Indonesia keluar dari beragam krisis yang ada nampaknya menjadi permasalahan utama bagi bangsa yang sudah 73 tahun ini merdeka,” ujarnya.

Atas dasar keresahan terhadap semua permasalahan itulah Gerakan Arah Baru Indonesia ini hadir. Gerakan yang diinisiasi oleh beberapa tokoh hebat bangsa ini memiliki tujuan untuk mewadahi ide dan gerak anak bangsa yang akan berkontribusi mewujudkan kemajuan Indonesia sebagai kekuatan ke-5 dunia.

“Arah Baru Indonesia adalah sebuah revolusi cerdas (Smart revolution), di mana perubahan (perbaikan) besar dijalankan tanpa goncangan sosial besar karena kita menekan tombol-tombol perubahan yang tepat. Harapannya, Gerakan Arah Baru Indonesia ini dapat menjadi angin segar yang membawa Indonesia keluar dari keterpurukannya akibat dari berbagai krisis multidimensi yang tengah melanda,” tuturnya.

Anis menyakini bahwa Bangsa Indonesia bisa menjadi kekuatan kelima di dunia. Dalam bidang apa? Dalam bidang militer, ekonomi dan teknologi. Tiga poin itu bisa diwujudkan apabila sumber daya kita terkelola dengan baik dan potensinya sangatlah besar, katanya. (SW)