Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta, Pria Ini Dijebloskan Ke Penjara

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Satuan reserse kriminal Polres OKU berhasil mengungkap kasus tindak pidana penggelapan uang, sebagaimana dimaksud dalam pasal 374 KUHP pidana. Tersangkanya adalah Iswadi (39), karyawan selesmen toko MGM, warga jalan A Yani Kemelak Bindung Langit, Rt 003 Rw 004, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

Iswadi ditangkap berdasarkan laporan Leo Tan Jaya (40), pemilik toko MGM tempat tersangka bekerja. Dengan nomor laporan: LP B / 229 / XII / 2018/ sumsel res oku, tanggal 10 Desember 2018. Karena telah menggelapkan sejumlah uang milik pelapor.

Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari melalui Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan, Minggu (20/1), mengatakan, kasus penggelapan itu sendiri terjadi pada 24 November 2018 sekitar pukul 10.00 Wib. Adapun Tkp di Toko MGM yang berada di Jalan Garuda No 48 Depan Hotel Sheirin Baturaja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

“Kronologis kejadian, tersangka selaku selesmen di Toko MGM telah melakukan penggelapan uang milik toko MGM sebesar Rp135.178.500. Hal ini diketahui setelah pemilik toko melakukan pengecekan dengan cara meng audit perihal hasil uang tagihan penjualan sembako ke setiap toko-toko oleh pelaku. Ternyata uang tagihan tidak disetorkan pelaku. Akibat kejadian tersebut pemilik toko mengalami kerugian sebesar Rp135.178.500 ,” kata Kasat.

Setelah menerima dan mendalami laporan dari korban kata Kasat, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka. ”Pelaku kita tangkap pada Jumat tanggal 18 Januari 2019, sekitar pukil 17.30 Wib saat berada di Lapangan Voli, Desa Kemiling, Kecamatan Baturaja Timur,” terang Kasat.

Dari hasil penangkapan pelaku polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya 11 Lembar DO dari Toko MGM, 36 nota toko hasil penjualan barang ditambah 4 lembar kuitansi gaji dan 3 lembar surat hasil /rekapan hasil tagihan.

“Selanjutnya kita akan melakukan tindakan dengan cara memeriksa saksi dan tersangka untuk melengkapi mindik, setelah itu akan berkoordinasi bersama JPU,” pungkasnya. (ags)