Hadapi Tujuh Pilkada di Sumsel PKS Sistem Musyawarah

0

PALEMBANG, (fokus-sumsel.com) – Dalam menghadapi pemilihan kepala daerah di tujuh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan pada tahun 2020 Partai Keadilan Sejahtera mengenal sistem musyawarah.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS HM Hidayat Nur Wahid menyampaikan hal tersebut saat acara halal bi halal dan silaturahmi tokoh PKS Sumsel. Hadir juga pada acara tersebut Ketua DPW PKS Sumsel M Toha, pengurus partai dan calon anggota DPRD dan DPR RI PKS di Palembang, Sabtu.

Menurut dia, dalam menghadapi pilkada itu secara fisik tentu bermusyawarah untuk tujuh pilkada di Sumsel pada tahun 2020 siapa yang akan dimajukan.

“Kami di PKS mengenal sistem bermusyawarah dan tentunya kalau kabupaten dimusyawarahkan di tingkat kabupaten,” katanya.

Sementara itu Ketua DPW PKS Sumsel M Toha menyatakan, dalam menghadapi tujuh pilkada di Sumatera Selatan prosesnya sekarang sudah ada tiga partai yang menghubungi untuk berpasangan dengan PKS.

Karena itu lanjutnya akan dibicarakan pada konsolidasi PKS nanti.

Pada acara halal bi halal dan silaturahmi itu ia juga mengatakan, kalau perolehan kursi PKS di 17 kabupaten dan kota di Sumsel meningkat pada pemilu 2019 ini.

Pada pemilu sebelumnya dari 17 kabupaten dan kota ada tiga kabupaten yang tidak ada anggota dewan dari PKS, tapi pada pemilu 2019 ini PKS ada perwakilan di DPRD di 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

Jadi, ada penambahan jumlah kursi dari 36 kursi DPRD kabupaten/kota sekarang menjadi 48 kursi sehingga ada peningkatan 12 kursi begitu juga provinsi, ujarnya.

Sementara untuk kursi DPR RI pada pemilu ini dapat dua kursi tapi setelah diputuskan ternyata hilang satu, tapi dibawa ke Bawaslu dan MK kemudian diterima meminta kabupaten membuka kotak suara dan menghitung ulang dan mencocokan ternyata data sesuai dengan C1 yang dipegang PKS. Berdoa semoga kursi yang hilang kembali menjadi milik PKS sehingga kursi PKS akan tetap dua sebagaimana pemilu sebelumnya, katanya.(SW)