Hanya Mengandalkan Penerangan dari Turbin

0
MENGAJI - Anak anak belajar mengaji malam hari di masjid dusun Semelokan
MENGAJI – Anak anak belajar mengaji malam hari di masjid dusun Semelokan

MUARADUA (fokus-sumsel.com) – Masyarakat Dusun Semelokan Desa Sumber Raya Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) sudah sejak 5 tahun terakhir memanfaatkan penerangan cahaya listrik yang berasal dari tenaga Turbin milik salah satu masyarakat setempat.

Adanya turbin sebagai pemasok aliran listrik yang menyala serta mengaliri sebagian besar rumah penduduk ini cukup membantu kehidupan masyarakat Semelokan untuk mendapatkan cahaya penerangan terutama saat di malam hari.

“Cahaya listrik  berasal dari tenaga turbin yang ada di dusun ini kami rasakan sangat membantu, terutama sebagai sumber penerangan malam hari. Selain itu dimanfaatkan untuk hiburan menonton tv bersama keluarga,” tutur Sarip, warga dusun Semelokan kepada fokus sumsel.

Menurut Sarip meski telah ada turbin sebagai sumber tenaga listrik serta penerangan, namun dirinya bersama masyarakat yang ada di dusun Semelokan lainnya tetap berharap aliran listrik berasal dari Perusahan Listrik Negara (PLN) tetap bisa masuk ke daerah tersebut.

Hal itu, terangnya dikarenakan saat musim kemarau tenaga listrik yang bersumber dari turbin di dusunnya tersebut otomatis berkurang, bahkan tidak bisa berfungsi sama sekali karena aliran air anak sungai yang ada di dusun tempat turbin berada menyusut atau kering.

“Lain halnya jika musim penghujan, mesin Turbin akan lancar karena air cukup melimpah,” tuturnya.

Ladimin, seorang Guru Ngaji bagi anak-anak yang ada di dusun Semelokan menuturkan adanya listrik dari tenaga turbin di dusun tersebut juga sangat membantu dirinya saat mengajar ngaji bagi anak-anak dusun Semelokan. Terlebih pengajian bagi anak-anak tersebut dilaksanakan di masjid dusun setempat padamalam hari selepas Magrib.

“Sebelum ada dan memanfaatkan turbin masyarakat di sini menggunakan lampu minyak tanah untuk penerangan padamalam hari. Sehingga jangankan untuk mengajar mengaji, untuk belajar malam dirumah masing-masing saja anak-anak itu tak bisa karenakondisi gelap,” ucapnya.

Atas kondisi ini dirinya berharap semoga listrik PLN ke depannya bisa masuk ke dusun tersebut, sehingga kehidupan masyarakat akan semakin baik.

“Anak-anak yang mengaji akan semakin nyaman jika ada listrik PLN sebab tidak perlu khawatir aliran listrik yang berasal turbin di dusun tersebut mati atau tidak menyala karna kurangnya pasokan air untuk memutar tenaga turbin,” terangnya.

Selain itu, jika ada akiran kistrik dari PLN, masyarakatpun dapat menggunakannya untuk kebutuhan lainnya,” ujar Ladimin dibincangi fokus sumsel saat bersiap mengajar mengaji di masjid dusun Semelokan. (den)