HMI OKU Hadiahi Kajari Baturaja Keranda dan Pocong

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Diduga ada penyimpangan dana hibah di Kesbangpol Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Baturaja mendatangi Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU, Kamis (18/10). Puluhan masa mendatangi kantor Kajari dengan membawa keranda dan pocong untuk meminta pihak kejaksaan agar mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana hibah di daerah itu.

Sempat terjadi insiden dorong-dorongan antara mahasiswa dan Satpol PP saat pihak kejaksaan mendatangi mahasiswa sesudah mahasiswa membakar keranda mayat dan pocong di halaman kantor Kejaksaan Negeri tersebut. Beruntung suasana kembali kondusif setelah pihak kejaksaan memberikan penjelasan kepada mahasiswa.

Menurut Bayu, Ketua HMI OKU, banyak kasus korupsi di OKU yang tidak diusut tuntas oleh pihak kejaksaan salah satunya penyimpangan dana hibah di Kesbangpol. “Kami bukan menyuruh kejaksaan tapi kami hanya memberitahu jika banyak kasus korupsi di OKU yang tidak diselesaikan,” kata Bayu.

Bayu juga mengatakan, ini adalah satu bentuk pertanggung jawaban dan tantangan kinerja Kajari baru. “Kami merasa dibohongi oleh pemerintah, karena banyak korupsi dana hibah yang diperuntukan untuk masyarakat namun kami dengar dana tersebut ternyata dibagikan kepada orang yang tidak pantas mendapatkannya. Untuk itu kami minta pihak kejaksaan jangan duduk manis dan makan gaji saja. Kami meminta realisasi kinerja Kajari baru, tolong berantas tuntas kasus penyalahgunaan dana hibah hingga tuntas,” pungkas Bayu.

Sementara itu lihak kejaksaan melalui Kasidatun, Ahmad Taufik Farza didampingi Kasi Pidsus Rio Sembiring saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya baru mengetahui jika ada penyimpangan dana hibah dan mengapresiasi keberanian HMI atas penyampaian informasi kepada pihak kejaksaan.

“Kita belum menerima laporan, mekanismenya seperti apa kita akan mempelajari dan menelusuri hal tersebut terlebih dahulu namun jika ada akan kita tindak lanjuti masalah ini,” pungkasnya. (ags)