Hotman Gugat PT Sampoerna Agro ke PHI Palembang

0
Kuasa hukum Hotman saat memberikan keterangan kepada awak media usai persidangan. Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Gara-gara upah pesangon belum dibayar, Hotman (50) warga Perumahan PKS, RT 1/6, Kelurahan Kertamukti, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten OKI, didampingi kuasa hukumnya Rijen Kadin Hasibuan SH dan MP Nasution SH melayangkan gugatan terhadap tergugat PT Sampoerna Agro di Kabupaten OKI yang bergerak dibidang ke Pengadilan Hubungan Industrian atau PHI Palembang, Senin (1/8).

Hal tersebut diketahui saat sidang di PHI Palembang kelas IA khusus, yang diketuai oleh hakim tunggal Heriyanto SH MH, serta dihadiri oleh Penggugat Hotman, selaku mantan karyawan PT Sampoerna Agro yang bekerja di bagian operator pengendali limbah.

Dalam gugatannya, Hotman mengaku bekerja di PKS Selapan Jaya PT Sampoerna Agro, selama 14 tahun 6 bulan, tercatat sejak 1 April 1999 – 1 Juli 2021.

Selama bekerja penggugat penuh loyalitas dengan baik. Tapi tanggal 1 Juli 2021, penggugat diberhentikan tergugat secara sepihak non prosedural tanpa surat peringatan SP 1 dan SP 2. Dengan alasan memprovokasi pekerja lain, untuk unjuk rasa dan mogok kerja.

“Gugatan ini atas pesangon kepada klien kita Hotman, yang belum diberikan PT Sampoerna Agro di Kabupaten OKI. Jadi disini Hotman dipecat sepihak, pada tanggal 1 Juli 2021 karena like and dislike, setelah melakukan demo dan pemogokan kerja,” ungkap Rijen Kadin.

Persidangan hari ini perdana digelar, penggugat Hotman menuntut hak-hak yang sebagaimana diatur undang-undang. “Bekerja sudah lama 14 tahun 6 bulan, total tuntutan pesangon penggugat Rp 147 juta, mencakup keseluruhan dari pesangon, penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang belum dibayarkan,” cetusnya.

Persidangan sendiri akan dilanjutkan Senin depan, tanggal 8 Juli 2022 dan rencannya sidang dilanjutkan dengan agenda jawaban dari tergugat PT Sampoerna Agro. “Pihak perusahaan hadir tadi, itu bagian HRD,” tukas Rijen.

Sementara Humas PT Sampoerna Agro Fajar saat dikonfirmasi terkait gugatan ini menjelaskan alasan kenapa pesangon Hotman belum diberikan pihak perusahaan.

Hal itu kata dia, disebabkan Hotman saat akan diberikan pesangon menolak menerimanya, padahal nilainya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kemudian pak Hotman melakukan gugatan, namun sebelumnya sudah ada anjuran dari Disnaker Kabupaten OKI untuk pesangonnya, tapi masih tidak menerima. Jadi otomatis kita tunggu dulu seperti apa keputusan persidangannya,” kata dia.

Dilanjutkan Fajar, sebelumnya Hotman mengajukan pesangon sebesar Rp 600 juta turun ke Rp 390 juta. Menurutnya, itu diluar peraturan yang berlaku. Dan ada anjuran dari Disnaker Provinsi Sumsel, apabila tidak setuju, maka harus mengajukan gugatan, sesuai anjuran ketenaga kerjaan.

“Yang jelas kita dari PT Sampoerna Agro tetap mengikuti peraturan yang berlaku dari pemerintah. Kita tidak mau keluar dari koridor itu ya,” timbangnya.

Terakhir, mengenai penggugat Hotman ini di PHK, ada like and dislike karena demo mogok kerja, ditegaskan Fajar, untuk PHK ini prosesnya sudah panjang, bukan sekali dua kali, hingga terjadi misskomunikasi.

“Sebenarnya lebih pada membuat ketidak nyamanan diperusahaan, tetapi sudah menghasut tenaga kerja lain, sampai mogok kerja dan ada pelanggaran lainnya juga,” tukas Fajar. (yns)