Indonesia Darurat Narkoba, Pemilik Ekstasi Hanya Dituntut 1,5 Tahun Bui

0

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) — Ditengah Status Indonesia yang darurat narkotika, nampaknya penanganan narkotika oleh Kejaksaan Negeri Palembang patut dipertanyakan lantaran menjatuhkan tuntutan ringan kepada pemilik narkotika jenis ekstasi sebanyak 1,5 butir dengan pidana ringan yakni 1 tahun dan 6 bulan dan dituntut sebagai pemakai.

Terdakwa bernama RA Rahmad Muslimin alias Wawa Bin Ra Tony Dencik ini dibuktikan pemakai dalam Pasal 127 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman hukumannya 4 tahun penjara oleh JPU Ricko Budiman SH dari Kejaksaan Negeri Palembang berdasarkan hasil tes urine terdakwa yang memakai 1/5 butir ekstasi didukung dengan keterangan terdakwa.

Namun faktanya didakwakan terdakwa dijelaskan bahwa terdakwa tersebut menyimpan ekstasi awalnya sebanyak 2 butir yang ia beli seharga Rp400 ribu dan dipakai 1/5 butir dan sisanya disimpan dilemari. Lalu terdakwa ditangkap polisi di kediamannya dengan temuan ekstasi tersebut sedang disimpan dan bukan sedang dipakai meskipun tes urin menyatakan positif.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa akan menyiapkan pembelaannya dan dilanjutkan dengan sidang vonis oleh majelis hakim pada pekan depan.

Diketahui bahwa terdakwa RA Rahmad Muslimin Als WAWA BIN RA. TONY DENCIK pada Jum’at tanggal 04 Januari 2019 sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan May Zen Lorong Pasundan Laut Rt.034 Rw.07 Kelurahan Sei Lais Kecamatan Kalidoni Kota Palembang telah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bukan tanaman.

Bermula dari informasi yang didapat dari masyarakat yang didapat oleh saksi ATYANTO P, SH BIN H. SUPAR dan rekannya saksi DHORA ASTIA, SH BIN SUNARKO yang merupakan Anggota Sat Narkoba Polresta Palembang mendapat laporan dari masyarakat atau informan bahwa di alamat tersebut diatas  sering terjadi transaksi Narkotika.

Atas dasar laporan tersebut selanjutnya ATYANTO P, SH BIN H. SUPAR dan rekannya segera menindaklanjuti informasi itu dengan melakukan penyelidikan. Ketika tiba di lokasi tersebut saksi ATYANTO P, SH BIN H. SUPAR dan rekannya melihat seorang laki-laki dengan ciri-ciri yang sama dengan informasi dari masyarakat baru pulang ke rumah dan keluar dari mobil berjalan menuju ke rumahnya.

Saat sedang berada di depan rumahnya saksi langsung mendekati terdakwa dan berkata “KAMI POLISI DARI SAT RESNARKOBA POLRESTA PALEMBANG” lalu menunjukkan surat perintah tugas kepada terdakwa dan langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Setelah itu dilakukan penggeledahan terhadap badan dan pakaian terdakwa tetapi tidak ditemukan barang bukti narkotika, kemudian dilakukan penggeledahan di rumah tempat tinggal terdakwa sehingga ditemukan barang bukti berupa 1 ½ (Satu setengah) butir pil diduga Narkotika jenis Ekstasi logo Instagram warna pink di dalam lemari pakaian terdakwa yang terletak di kamar terdakwa yang berjarak sekitar lima meter dari posisi terdakwa berdiri.

Selanjutnya saksi ATYANTO P, SH BIN H. SUPAR dan rekannya mengintrogasi terdakwa dan terdakwa menerangkan bahwa barang bukti tersebut benar merupakan milik terdakwa yang dibeli dari sdr. BUMI (Belum tertangkap) sebanyak 2 (Dua) butir seharga Rp400.000, kemudian terdakwa mengkonsumsi setengah butir pil tersbut sementara sisanya 1 ½ butir disimpan terdakwa di dalam lemari pakaiannya. Lalu terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polresta untuk proses lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Kriminalistik dengan Berita Acara Pemeriksaan Nomor Lab : 65/NNF/2019, tanggal 10 Januari 2019 menyimpulkan bahwa barang bukti berupa 1 (Satu) bungkus amplop coklat berlak segel lengkap dengan label barang bukti setelah dibuka di dalamnya terdapat 1 (satu) bungkus palstik bening putih berisi 1 ½ butir tablet warna pink bentuk kotak logo instagram dengan tebal 0,499 cm dengan berat netto keseluruhan 0,552 gram dan urine milik tersangka An. RA. (yns)