Inilah Delapan Potensi Pelanggaran Dalam Pemilihan

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten OKU keliling melakukan Rakor pengawas pemilu partisipatif di seluruh Panwas Kecamatan di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang.

Hal ini kata Kordiv Pencegahan, Hubal dan Humas Bawaslu OKU, Yeyen Andrizal, saat dikonfirmasi Minggu (23/12), bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam membantu bawaslu melakukan pengawasan pemilu tahun 2019 mendatang.

Yeyen menceritakan, dalam pelaksanaan Pemilu ada delapan potensi pelanggaran dalam pemilihan. Diantaranya, kemungkinan terjadi kekerasan dan intimidasi, politik uang, kampanye hitam, data pemilih, TPS Tidak Akses, Pemalsuan Dokumen, penggunan fasilitas negara dan Kampanye Diluar Jadwal.

“Hal inilah yang kita harus kita sikapi dan dilakukan pencegahan. Salah satu upaya pencegahan pelanggaran pemilu seperti tersebut satu diantaranya dengan cara melakukan rakor dengan panwaslu kecamatan dan dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat,” kaya Yeyen sembari menjelaskan rakor ini dilaksanakan selama tiga hari yakni 21, 22 dan 23 Desember di 13 kecamatan yang ada di wilayah OKU.

Yeyen menjelaskan, pengawasan partisipatif, dilakukan Bawaslu untuk mendorong pengawasan oleh masyarakat dalam pelaksanaan pemilu. Bawaslu memandu ragam aktivitas masyarakat untuk ikut mengawasi pemilu dalam sebuah arena kegiatan pengawasan bersama.

“Peran masyarakat dalam pembawasan pemilu antara lain bisa dengan cara memberikan informasi awal, mencegah pelanggaran, mengawasi atau memantai dan melaporkan dugaan pelanggaran ke pihak bawaslu mulai dari tingkat kelurahan/desa, kecamatan hingga tingkat Kabupaten,” jelasnya.

Tujuan pengawasan partisipatif ini kata Yeyen, tidak lain untuk menjadikan pemilu berintegritas, mencegah terjadinyabkonfkik, mendorong tingginya partisifasi publik, meningmatkan kualitas demokrasi dan membentuk karakter serta kesadaran politik masyarakat. (ags)