Jawab Tuntutan Dunia Kerja, Disnaker Palembang Gembleng 80 Pencaker

0
Sebanyak 80 pencaker digembleng selama 28 hari untuk mendapat pelatihan khusus sesuai dengan bidang kerja yang diikuti, di Aula Utama Gedung Kantor Camat Ilir Timur (IT) 1, Palembang, Selasa (24/5). Foto: Erik Agustino

PALEMBANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang menunjukan komitmennya menjawab tuntutan dunia kerja di zaman era modern.

Hari ini, Selasa (24/5), bertempat di Aula Utama Gedung Kantor Camat Ilir Timur (IT) 1, sebanyak 80 pencari kerja (pencaker) digembleng selama 28 hari untuk mendapat pelatihan khusus sesuai dengan bidang kerja yang diikuti.

Kepala Disnaker Kota Palembang Yanurpan Yany mengatakan pihaknya kembali memberikan pelatihan kerja bagi angkatan kerja.

“Langkah Disnaker ini diimplementasikan dalam pelatihan dan produktivitas yang dinilai efektif untuk menekan angka pengangguran, menciptakan SDM siap bersaing,” terang Yanurpan.

Menurut dia, pelatihan yang diikuti 80 pencaker ini dibagi berdasarkan kompetensi kejuruan. Seperti desain grafis, refrigerasi dan teknik las. “Animo pencaker sangat tinggi untuk mengikuti pelatihan ini,” ungkapnya.

Terlebih, kata Yanurpan, sebelum memfilter 80 pencaker ini, pendaftaran yang dibuka secara online diserbu peminat yang mendaftarkan diri sebanyak 573 pendaftar.

Hanya saja, dalam proses seleksi, pelatihan ini harus mengutamakan pencaker yang berdomisili di Palembang.

“Ya, tentunya kita lakukan verifikasi terlebih dahulu dan setelah melalui pendataan ada 200 peserta yang kita himpun. Namun kita lakukan kembali verifikasi. Dari data tersebut dan akhirnya terpilih 80 orang,” tegasnya.

Peserta pencaker ini, lanjut dia, didominasi pencaker dari jenjang tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA). “Hari ini resmi pembukaan pelatihan resmi dibuka,” jelasnya.

Setelah mengikuti pelatihan ini, mereka yang lulus akan mendapatkan sertifikat keahlian sesuai dengan bidang masing-masing.

Untuk pelatihan seperti desain grafis, pihaknya telah bekerjasama dengan lembaga yang telah terakreditasi.

“Selain itu, dengan adanya kegiatan ini kita juga menghidupkan lagi Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia (LPKI) yang ada di Palembang pasca Covid-19,” jelasnya. (rik)