Jelang Idul Fitri Harga Daging dan Cabe di OKU Naik, Sembako Masih Stabil

0
Sekda OKU, Achmad Tarmizi bersama instansi terkait saat melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional di Kota Baturaja, Kamis (28/4). Foto: Harki Mahali

BATURAJA- Hari raya Idul Fitri 1443 H/2022 M hanya tinggal beberapa hari lagi, seperti biasa kondisi ini membuat pasar -pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern seperti mall dan swalayan di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), terlihat mulai ramai disesaki warga yang hendak membeli kebutuhan lebaran.

Dengan adanya peningkatan transaksi di pasaran itu, tentu saja langsung berdampak dengan naiknya harga sembako, daging dan kebutuhan lebaran lainnya.

Hal ini membuat Sekda OKU, H Achmad Tarmizi bergerak cepat dengan langsung terjun ke lapangan untuk mengecek harga bahan pokok. Tujuannya adalah memantau harga kebutuhan pokok, daging dan sayur mayur agar tidak melonjak drastis menjelang lebaran tahun ini.

“Hari ini kita melakukan sidak di dua pasar tradisional di Baturaja, yakni Pasar Atas dan Pasar Baru,” kata Sekda OKU, H Achmad Tarmizi, saat dibincangi di sela-sela sidak, Kamis (28/4/2022).

Dari hasil sidak itu diketahui bahwa harga sembako, daging dan sayur mayur menjelang lebaran mengalami kenaikan. Seperti harga daging sapi dari sebelumnya masih dikisaran Rp140.000/kg, kini sudah mencapai Rp160.000/kg.

Sedangkan untuk harga daging ayam negeri tergantung ukuran ayam. Untuk ukuran ayam lebih besar yang biasanya dijual Rp35.000/ekor, kini naik menjadi Rp40.000. Ukuran lebih kecil dari sebelumnya Rp30.000 naik menjadi Rp35.000/ekor.

Lalu untuk harga telur ayam juga naik dari Rp24 ribu menjadi Rp28 ribu perkg. Kenaikan juga terasa pada harga cabai. Seperti cabai merah besar dijual Rp50.000/kg. Termasuk harga cabai merah keriting dijual Rp55.000/kg. Padahal dua komoditi itu harganya sebelumnya masih dikisaran Rp40 ribu perkg.

“Melalui sidak ini kita bisa mengontrol harga sembako, daging dan kebutuhan lebaran. Jika nanti kenaikannya sudah tidak wajar, maka kita bisa langsung melakukan operasi pasar guna meredam lonjakan harga itu supaya masyarakat tidak terbebani,” tandas Sekda. (kie)