Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Berfluktuasi

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) – Menjelang perayaan natal dan tahun baru, Kepolisian, Pemerintah daerah dan TNI melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di dua pasar dalam Kota Baturaja yakni Pasar Baru dan Pasar Lama (Pasar Atas red), Rabu (19/12).

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari dan Asisten I, Zandi Soleh, didampingi Kodim, Subdenpom, Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU.

Sebelum melakukan sidak, petugas gabungan terlebih dahulu melakukan video conference (Vidcon) dengan Mabes Polri terkait dengan kabar kenaikan sejumlah bahan pangan di sejumlah daerah menjelang Natal dan malam pergantian tahun.

“Tadi kita juga melakukan Vidcon dengan Kapolri, beliau minta kita untuk mengecek langsung ke sejumlah pasar untuk memastikan dua hal yakni apakah ada kenaikan dan stok atau kesediaan bahan pokok ini juga harus juga kita pastikan dan kita awasi,” kata Widayana didampini Asisten I Pemda OKU Zandi Soleh.

Dari hasil pantauannya kata Kapolres, harga sembako di pasar berfluktuasi atau dengan kata lain ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan dan ada juga yang mengalami penurunan, namun untuk kenaikan dipastikannya tidak terjadi secara signifikan berkisar antara Rp1000-Rp2000 perkg untuk daging ayam.

“Bawang merah yang naik cukup lumayan tinggi mencapai Rp 3000-4000/Kg, namun untuk bawang putih turun hingga Rp 7.000/Kg dimana sebelumnya dijual dengan harga Rp25.000/Kg, kini dijual dengan harga Rp18.000/Kg,” kata Widayana.

Harga minyak goreng mengalami penurunan, namun untuk harga cabe, beras dan daging cendrung stabil, hanya telur yang mengalam kenaikan sedikit antara Rp400-600/ Kg. “Telur sebelumnya Rp23.500/Kg kini naik jadi Rp24.000/Kg, kalau minyak goreng turun, kemudan daging stabil karena memang sepi pembeli,” jelasnya.

Kenaikan harga bawang merah, menurut Widayana, wajar terjadi kenaikan dikarena pengaruh dari hujan sehingga mengganggu petani bawang dan cabe. “Untuk saat ini masih dalam batas wajar, namun jika terus akan naik kita akan lakukan penelusuran dari mana penyebab kenaikannya,” lanjut Widayana. (ags)