Jembatan Gantung Pusar Nyaris Putus Disapu Air Sungai Ogan

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Meluapnya Sungai Ogan menyebabkan jembatan gantung di Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) nyaris putus disapu derasnya aliran air, pada Jumat (26/4).

Jembatan gantung itu merupakan jalur alternatif warga Desa Pusar untuk menuju pemukiman di seberang Sungai Ogan.

Saat ini kondisi jembatan tersebut bagian tengahnya terendam air serta terdapat banyak tumpukan sampah yang dibawa derasnya arus air dari hulu.

Ketua BPB Desa Pusar, Garsubi menyebutkan, jika kejadian itu terjadi pada pagi hari setelah semalam hujan deras menguyur daerah itu.

Jembatan gantung itu sendiri memang diakuinya sudah layak untuk diperbaiki Namun, usulan pihaknya belum digubris pemerintah setempat.

Nah, kata Garsubi baru ada kejadian ini dikabarkan pemerintah sudah merespon. Bahkan perusahaan semen ternama di daerah itu dikabarkan juga sudah siap mengelontarkan dana untuk membantu perbaikan jembatan gantung tersebut.

Kondisi jembatan gantung itu sendiri tiangnya nyaris rubuh, beberapa besi penyangga patah serta banyak kayunya sudah lapuk dimakan usia.

Garsubi bersama warga berharap tindakan darurat segera diambil oleh pihak terkait, jika tidak akan banyak masyarakat yang dirugikan akibat tidak beroprasinya jembatan itu.

“Di seberang ada sekitar 80 Kepala keluarga yang tiap hari melintas di atas jembatan tersebut, serta banyak anak sekolah untuk pergi dan berangkat ke sekolah. Kalau melalui jalur lain tentu sangat jauh,” tegasnya.

# Ruas Jalinsum Terendam Air

Sementara itu hujan deras dengan intensitas tinggi di OKU tadi malam menyebabkan beberapa ruas jalan lintas sumatera (jalinsum) terendam air hingga lutut orang dewasa. Hal itu membuat kemacetan parah.

Ratusan kendaraan terjebak kemacetan di jalinsum tepatnya di Desa Karang Endah Kecamatan Baturaja Barat pada Jumat pagi. Hal itu diakibatkan meluapnya Sungai Ogan hingga ke badan jalan mencapai hingga setinggi lutut orang dewasa.

Warga sekitar dibantu aparat terjun langsung membantu melancarkan arus lalu lintas. Selain menyebabkan kemacetan, beberapa pengendara roda dua yang nekat menerobos aliran air harus harus rela sepeda motornya mogok.

Ruas jalan yang sempit membuat arus kendaraan dari kedua arah harus bergantian untuk bisa menembus derasnya aliran air.

Warga sekitar mengaku banjir yang melanda saat ini cukup besar terjadi hingga meluap ke bahu jalan serta pemukiman warga. Warga mengaku tidak bisa beraktifitas terutama ke kebun.

“Banjir ini setia tahun terjadi, untuk tahun ini lumayan besar, ketinggianya berpariasi mencapai lutut orang dewasa hingga satu setengah meter, kami sebagai warga juga terganggu aktifitas,” ucap Supri, warga sekitar.

Belum ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun aktifitas warga serta arus lalu lintas kendaraan dari pulau jawa menuju ke beberapa kota besar di Sumatera terhambat. (ags)