Jembatan Lubuk Batang OKU Kini Putus Total

0
Jembatan Lubuk Batang kini putus total karena kembali amblas sehingga tidak bisa dilalui lagi.

# Tak bisa dilalui kendaraan lagi

BATURAJA – Jembatan di Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU, kini putus total dan tidak bisa dilalui lagi, sehingga pengendara baik roda dua maupun empat terpaksa harus putar arah lewat kebun warga yang berjarak sekitar 4-5 kilometer dari lokasi kejadian.

“Beberapa hari lalu jembatannya masih bisa dilewati motor karena warga memasang papan  di jembatan agar pengendara bisa melintas. Namun Minggu (25/10) malam, jembatan penghubung Kabupaten OKU dan OI itu kita putus total,” ungkap Dayat (23) warga sekitar saat dibincangi Selasa (27/10).

Menurut Dayat, jembatan berusia tua yang dibangun pada zaman Belanda itu kini semakin amblas ke bawah dan terpisah dari bahu jalan. “Sekarang pejalan kaki saja dilarang melintas karena berbahaya,” katanya.

Akibatnya pengendara roda dua yang semula masih bisa melalui jalan tersebut kini harus memutar arah yang jaraknya lumayan jauh yaitu sekitar 4-5 kilometer.

Pengendara hanya bisa menempuh akses terdekat melalui jalan kebun warga tembus ke Dasa Kurup Kecamatan Lubuk Batang. Namun, untuk kendaraan kecil roda empat untuk tidak disarankan melalui jalan alternatif itu.

Sementara kendaraan roda empat yang hendak ke Kota Baturaja hanya bisa memutar arah melewati Kecamatan Sinar Peninjauan dan Lubuk Raja.

Kapolsek Lubuk Batang, Iptu Hariyanto saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini masih diupayakan untuk membangun jembatan darurat tak jauh dari lokasi oleh masyarakat.

Materi masih dikumpulkan seperti papan, besi rel yang meminjam dari PT KAI. Akses jalan alternatif yang masih berada di Desa Lubuk Batang Lama.

Tapi kendala masih ada jalan tanah yang belum dikeraskan sekitar 100 meter pada dua sisi. Jalan tanah ini yang dibantu diratakan dengan alat berat. Akan lebih baik kalau sebagian jalan yang masih tanah bisa dilakukan pengerasan dengan batu untuk sementara.

Kalau jembatan darurat bisa terealisasi, kemungkinan kendaraan ukuran kecil juga bisa lewat. Soal akses jalan alternatif lain, lanjut Hariyanto, bisa melalui jalan tembus Kurup melewati rel kereta api (KA).

Atau melalui jalan tembus dekat kantor Kecamatan Lubuk Batang. Tapi informasinya, sebagian jalan saat musim hujan ini karena masih tanah saat dilalui menjadi licin dan berlumpur. “Jalan alternatif ini memang jarak tempuhnya menjadi lebih jauh lebih 3 Km,” ucapnya.

Terkait akses jalan menuju jembatan yang ambruk, disebut Hariyanto sudah ditutup. Pengendara diminta tidak lagi melalui badan jembatan karena berbahaya. Di lokasi juga sudah dipasang pengumuman. (ags)