Kasus penusukan Anggota Polisi, Kuasa Hukum Nilai Dakwaan Jaksa Kabur

0

PALEMBANG (fokus-sumsel.com) — Tim kuasa hukum Heriyadi alias Tatang (43) terdakwa kasus pengeroyokan disertai penusukan terhadap salah seorang anggota Unit Resmob Polda Sumsel, Agus Mardiono mengungkap sejumlah kejanggalan mulai dari proses penangkapan hingga penyidikan kliennya hingga menganggap dakwaan JPU Kastam SH tidak cermat dan kabur.

Hal ini disampaikan pada sidang di PN Klas IA khusus Palembang dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota pembelaan terdakwa. Diantara kejanggalan yang dimaksud dakwaan JPU dibuat dan dibacakan tanggal 14 Mei 2019, akan tetapi di dalam surat dakwaan yang ditulis menggunakan pena disebutkan tanggal 8 April 2019.

“Sementara di tanggal tersebut baru dilakukan pelimpahan tahap dua ke penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang. Artinya saat itu klien kami belum menyandang status sebagai terdakwa. Maka dakwaan yang dimaksud itu ditujukan untuj siapa?,” ungkap Febriansyah Azhar SH salah seorang tim kuasa hukum terdakwa di persidangan yang dipimpin hakim ketua Adi P SH, Selasa (21/5).

Kejanggalan lain, pada saat menjalani BAP di penyidik kepolisian ada dua saksi yakni Dewi Murni yang tak lain merupakan istri terdakwa dan Agung Yoga yang bersaksi jika kliennya (terdakwa,red) tidak terlibat pengeroyokan karena saat itu memang tidak berada di TKP.

Namun, anehnya ternyata di dalam berkas perkara yang dibuat JPU ternyata kesaksian dari dua orang saksi tersebut berita berita acara penyitaaan nyatanya tidak dilampirkan aliad hilang dari berkas. “Sehingga kami memandang ada kebenaran yang disembunyikan di dalam dakwaan JPU ini yang berpotensi merugikan klien kami,” sebut Febri saat menyampaikan eksepsi setebal 17 halaman yang dibacakan secara bergantian dengan kedua rekannya yang lain di persidangan.

Mendengar eksepsi yang disampaikan tim kuasa hukum terdakwa ini, ketua majelis hakim menanyakan kepada JPU apakah akan memberikan tanggapan. JPU Kastam menganggukkan kepala tanda siap memberikan tanggapan atas eksepsi yang disampaikan tim kuasa hukum terdakwa ini di persidangan Selasa (28/5) pekan depan. (yns)