Kejaksaan RI Terima 3 Penghargaan

0

# Dari Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

PALEMBANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menerima tiga penghargaan sekaligus dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan digedung kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan Manggala Wana Bhakti Jakarta, Kamis (25/7).

Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumsel, Sila Pulungan SH MH mengatakan, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan memberikan tiga penghargaan kepada Kejaksaan Republik Indonesia.

“Untuk Penghargaan perorangan diberikan kepada Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung DR Ali Mukartono SH  MH atas peran aktif melakukan penyidikan lanjutan tindak pidana kehutanan sesuai ketentuan Pasal 39 huruf b undang undang No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan,” ujarnya.

Selain itu dikatakan pria yang pernah menjabat Kajari Denpasar ini, untuk penghargaan institusi diterima Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan atas Dedikasi dan dukungannya dalam hal penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan, yang berperan aktif melakukan penyidikan lanjutan tindak pidana kehutanan sesuai ketentuan Pasal 39 huruf b undang undang No.18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

“Ketiga penghargaan kepada Satuan Tugas sumber daya alam lintas negara, pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung atas peran aktif dalam penyidikan tindak pidana lingkungan hidup dan kehutanan. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh DR. Reda Manthovani Asisten Umum Jaksa Agung RI mewakili bapak Ali Mukartono dan Satgas Kehutanan Kejaksaan Agung,” terangnya.

Sedangkan untuk penghargaan institusi Kejaksaan Tinggi Sumsel lanjutnya, diterima langsung oleh dirinya selaku Aspidum Kejati Sumsel mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

“Hentikan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan untuk kesejahteran rakyat.Pemberantasan kejahatan terhadap Lingkungan dan kehutanan sudah sama urgent nya dengan korupsi. Diperlukan koordinasi dan sinergitas seluruh aparat terkait dan masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan dan hutan indonesia,” tandasnya. (yns)