Kelima Komisioner KPU Resmi Ajukan Banding

0

PALEMBANG – Penasehat Hukum (PH) kelima komisioner KPU Kota Palembang non-aktif, H Rusli Bastari SH menerima penyerahan salinan putusan kasus TP Pelanggaran Pemilu dari PN Palembang Klas 1A Khusus, Senin (15/7) siang. Penyerahan dilakukan oleh panitia muda (Panmud) pidana, Marduan SH mewakili Ketua PN Palembang Klas 1A Khusus.

Sebelum menerima salinab putusan, pada pagi harinya sekitar pukul 09.00 WIB Rusli menyampaikan akta pernyataan banding. “Sesuai tenggat waktu yang diberikan kita diberikan waktu selama tiga hari untuk menyiapkan memori banding. Tapi paling lambat memori banding akan kita sampaikan ke PT besok (hari ini),” ungkap Rusli kepada awak media di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) PN Palembang Klas 1A Khusus.

Proses selanjutnya, setelah memori banding diterima, selanjutnya PT bakal mengagendakan jadwal sidang dan menunjuk majelis hakim. “Majelis hakim PT hanya diberikan waktu hingga tujuh hari menyidangkan banding dan langsung mengambil putusan. Harapan kami karena ini upaya hukum terakhir majelis hakim akan mengambil putusan yang seadil-adilnya dengan membebaskan klien kami dari segala tuntutan dapat kembali menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu,” imbuh Rusli.

Dikonfirmasi perihal penyerahan salinan putusan TP Pelangggaran Pemilu dengan kelima komisioner KPU Kota Palembang sebagai terdakwa ini, Panmud Pidana PN Palembang, Marduan SH menyampaikan setelah diterimanya salinan putusan Tim kuasa hukum (PH) KPU langsung menyampaikan akta pernyataan banding sekitar pukul 09.00 WIB.

Kemudian diterima panmud pindana palembang Marduan SH. Salinan putusan diserahkan siang ini. Secara resmi diambil pada hari ini di PN palembang, besok akan masukkan memori banding, Selasa kirim memori PT putus dalam jangka waktu 7 hari.  Status kelimanya saat ini masih non-aktif hingga putusan incrach. Semua berkas memori banding diserahkan ke PT. (yns)