Keluarga Korban Pembunuhan Ngamuk di PN Baturaja

0

#Gara-gara tiga terdakwa divonis bebas

BATURAJA – Sidang kasus pembunuhan anggota Brimob Resimen C Belitang, Kabupaten OKU Timur, Brigadir Aliaspat Yusuf di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja, Kabupaten OKU, Rabu (24/7) sore, nyaris rusuh. Pasalnya, tiga dari delapan terdakwa yang diduga terlibat di dalam kasus pembunuhan tersebut divonis bebas oleh majelis hakim yang diketuai Agus Safuan Amijaya SH.

Ketiga terdakwa tersebut adalah Hartawan (40), Yongki (21) dan Rudi Hartono (38) karena dinilai hakim tidak terbukti ikut terlibat di dalam kasus itu.

Sementara lima terdakwa lainnya divonis berbeda oleh majelis hakim yakni Zen Oktono (50) sembilan tahun, Hafnizar (27) sembilan tahun, Indo Saputra (22) dua tahun, Julius Hendra Yudi (38) divonis 11 tahun, serta Fandi (38) tiga tahun.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu sendiri jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Robby Rahditio Dharma SH yang menjerat kedelapan terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara.

Menurutnya, 8 orang tersangka awalnya dijerat pasal berlapis yakni 340 KUHP junto Pasal 55 tentang pembunuhan berencana dan pengeroyokan dan Pasal 338 KUHP junto 55 sesuai dengan peran masing-masing dalam pembunuhan.

Begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim, sontak ratusan keluarga korban yang sengaja hadir di sidang tersebut langsung mengamuk dan protes serta menyumpahi para hakim.

“Kami tidak rela pak hakim. Kami minta hukuman setimpal. Minimal pelaku dihukum seumur hidup. Pak hakim dak selamat kamu kalu disogok. Ini masalah nyawo,” teriak ibu kandung korban, Ngatini (55) dan istri korban, Ema (35) sembari menangis.

Melihat keduanya menangis keluarga yang lain pun langsung tersulut emosi, bahkan ada yang berusaha ingin main hakim sendiri. “Dimana keadilan di negeri ini? Ayo pak hakim keluar kalau merasa benar. Hadapi kami rakyat jelata ini,” teriak adik kandung korban dengan nada emosi.

Belum puas sampai disitu, massa tanpa diberi komando langsung menghadang pintu keluar dan masuk di PN Baturaja sehingga kedelapan terdakwa tidak bisa dibawa ke rumah tahanan negara (Rutan) Baturaja.

Beruntung ratusan aparat kepolisian baik dari intel, reskrim, serta brimob yang dikomandoi Kabag Ops Polres OKU, Kompol Ginting sigap melakukan pengamanan, sehingga para terdakwa tidak jadi sasaran amarah pihak keluarga korban. “Untuk sementara para terdakwa kita amankan dulu di sel tahanan PN Baturaja sambil menunggu situasi aman,” ungkapnya.

Selanjutnya Kabag Ops bersama JPU langsung melakukan dialog dengan keluarga inti korban untuk menjelaskan bahwa mereka bisa mengajukan kasasi atau banding jika tidak puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim. “Terus terang saya juga kaget. Kok ada yang divonis bebas. Padahal tuntutan kita 15 tahun penjara. Tetapi kita harus tetap berpikir jernih. Jangan anarkis. Nanti justru kita yang disalahkan,” katanya bijak.

Robby menyarankan agar pihak keluarga segera melakukan banding dan kasasi terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut. “Yakinlah kami siap membantu sampai tuntas,” tegasnya. (ags)