Keluarga Korban Pengeroyokan Minta Pelaku Segera Dihukum

0

KAYUAGUNG (fokus-sumsel.com) — Keluarga korban pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi saat pertandingan sepakbola di lapangan sepakbola Desa Batu Ampar Lama, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten OKI, Sabtu (15/9) lalu, meminta agar pihak kepolisian segera menangkap dan menghukum pelaku pengeroyokan tersebut.

Pengeroyokan dan penganiayaan itu sendiri terjadi saat pertandingan sepakbola antar desa di wilayah Kecamatan SP Padang yang dialami sejumlah pemain sepakbola yang ikut bertanding.

Pada saat pertandingan berlangsung terjadi pengeroyokan dan penganiayaan pada sejumlah pemain sepakbola yang berasal dari Tim Desa Rawang Besar yang diduga dilakukan beberapa pemain sepakbola dari tim lawan yaitu Tim Desa Batu Ampar Lama.

Selain itu diduga puluhan penonton yang merupakan pendukung tim tuan rumah diduga juga ikut serta melakukan pengeroyokan tersebut.

Akibatnya sejumlah pemain sepakbola dari Desa Rawang Besar berinisial JT dan DN mengalami luka memar akibat dari pengeroyokan itu.

Salah satu korban menuturkan, kejadian itu berawal dari pelanggaran pemain, kemudian pertandingan menjadi ricuh dan saat penonton dari kubu tuan rumah memasuki lapangan langsung mengejar pemain dari tim Tim Desa Rawang Besar.

“Kemudian mereka langsung melakukan pengeroyokan. Pukulan dan tendangan kami terima dari salah satu pemain lawan dan oleh penonton yang jumlahnya puluhan bahkan lebih. Akibatnya, kami pun mengalami luka-luka,” paparnya saat dibincangi Rabu (26/9).

Salah satu dari keluarga korban yang tidak mau disebutkan identitasnya menyampaikan kepada wartawan bahwa sebagai keluarga korban sangat menyayangkan kejadian ini karena pada saat pengeroyokan itu terjadi tidak ada pengamanan dilapangan dan tidak ada tim medis yang disiapkan pada saat pertandingan sepakbola yang berlangsung di Desa Batu Ampar Lama ini.

“Akibatnya anak kami menjadi korban tindakan anarkis penonton yang melakukan pengeroyokan dan kami sebagai keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian khususnya dari Polsek SP Padang agar palakunya dapat ditindak tegas dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Kapolsek SP Padang AKP Nanda Wisman melalui Kanit Reskrim Bripka Bambang Herry saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan kasus pengeroyokan itu pada Rabu (19/9) sekitar pukul 10.00 Wib. “Laporan tersebut tengah diselidiki, beberapa orangpun sudah diperiksa sebagai saksi dan sampai saat ini masih dalam penyelidikan,” ungkapnya. (febri)